BERITABUDAYA

Lautan Manusia Padati Silaturahmi Akbar KKMM Sultra, Warga Muna Bersatu dalam Semangat Kawunaha

0
×

Lautan Manusia Padati Silaturahmi Akbar KKMM Sultra, Warga Muna Bersatu dalam Semangat Kawunaha

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Puluhan Ribu masyarakat Muna memadati kawasan Pelataran Tugu Religi Eks MTQ Kota Kendari saat menghadiri Silaturahmi Akbar Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara, Minggu (19/7/2026). Kegiatan yang dihadiri sekitar 20 ribu peserta tersebut menjadi momentum mempererat tali persaudaraan dalam semangat Kawunaha, sekaligus mencatatkan Rekor MURI melalui penyajian 1.228 dulang makanan tradisional khas Muna. Dok: Ist/Sentralsultra.com.

Kendari, Sentralsultra.com – Kawasan Pelataran Tugu Religi Eks MTQ Kota Kendari berubah menjadi lautan manusia pada Minggu (19/7/2026). Sedikitnya 20 (dua puluh) ribuan warga memadati lokasi untuk menghadiri Silaturahmi Akbar Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara, yang menjadi salah satu pertemuan terbesar masyarakat Muna di Bumi Anoa.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Ketua KKMM Sultra, La Ode Darwin, tersebut mengusung tema “Merajut Persaudaraan, Melestarikan Adat dalam Semangat Kawunaha yang Luhur Menuju Indonesia Emas 2045.” Tema tersebut menjadi cerminan tekad masyarakat Muna untuk terus memperkuat persaudaraan, menjaga warisan budaya, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah dan bangsa.

Sejak pagi hari, ribuan warga telah memadati kawasan Eks MTQ. Meski cuaca cukup terik, antusiasme masyarakat tidak surut. Warga dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara, bahkan dari luar daerah, hadir untuk mengikuti momentum yang sarat dengan nilai budaya dan kekeluargaan tersebut.

Di tengah padatnya peserta, La Ode Darwin tampak turun langsung ke lapangan. Ia berbaur dengan masyarakat sekaligus mengoordinasikan jalannya kegiatan demi memastikan acara berlangsung tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh peserta.

Suasana semakin semarak saat Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, tiba di lokasi. Kehadirannya disambut antusias oleh ribuan masyarakat yang telah menunggu sejak pagi. Banyak warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyapa dan berjabat tangan dengan orang nomor satu di Sulawesi Tenggara itu.

Silaturahmi Akbar KKMM Sultra juga dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting di Sulawesi Tenggara, di antaranya Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, Bupati Konawe Selatan Surunuddin Dangga, Ketua DPRD Sultra La Ode Tariala, serta Penjabat Bupati Muna Bachrun Labuta.

Selain itu, hadir pula sejumlah tokoh masyarakat dan akademisi, seperti mantan Rektor Universitas Halu Oleo Prof. Mahmud Hamundu, La Ode Ahmad Pidana Bolombo, para tokoh adat, legislator, serta berbagai elemen masyarakat Muna.

Nuansa budaya Muna begitu terasa sepanjang kegiatan. Ribuan peserta mengenakan pakaian adat dan busana etnik khas Muna, menciptakan pemandangan yang sarat akan nilai tradisi dan identitas budaya.

Salah satu daya tarik utama dalam kegiatan tersebut adalah tradisi makan bersama menggunakan dulang, yakni wadah berisi aneka makanan khas Muna yang dibawa secara sukarela oleh masyarakat. Ribuan dulang tersusun rapi memenuhi kawasan acara, menjadi simbol penghormatan kepada tamu sekaligus wujud kebersamaan, gotong royong, dan semangat berbagi yang diwariskan secara turun-temurun.

Dalam sambutannya, Ketua KKMM Sultra La Ode Darwin menegaskan bahwa Silaturahmi Akbar bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi menjadi momentum mempererat persaudaraan masyarakat Muna serta memperkuat komitmen dalam melestarikan adat, budaya, dan nilai-nilai luhur Kawunaha.

“Melalui semangat Kawunaha, kita ingin memperkokoh persatuan masyarakat Muna di mana pun berada, menjaga warisan budaya, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Sulawesi Tenggara dan Indonesia,” ujarnya.

Tingginya partisipasi masyarakat yang mencapai sekitar 20 ribu peserta menunjukkan kuatnya solidaritas warga Muna. Semangat kebersamaan tersebut diharapkan menjadi energi positif untuk mempererat hubungan antargenerasi, memperkuat identitas budaya, sekaligus menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat Sulawesi Tenggara.

Kemeriahan acara semakin lengkap dengan keberhasilan masyarakat Muna mencatatkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui penyajian 1.228 (seribu dua ratus dua puluh delapan) dulang makanan tradisional khas Muna. Prestasi tersebut menjadi simbol bahwa budaya lokal mampu menjadi perekat persaudaraan sekaligus kebanggaan masyarakat Sulawesi Tenggara di tingkat nasional. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *