MUNA, Sentralsultra.com – Dugaan aksi pencurian ternak sapi dengan modus penyembelihan di dalam kandang meresahkan masyarakat Desa Lapadindi, Kecamatan Tongkuno, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra). Seorang warga bernama La Ode Uli menjadi korban setelah sapi miliknya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan sebagian besar dagingnya telah hilang.
Peristiwa tersebut diketahui pada Rabu (4/11/2026), sekitar pukul 07:00 Wita. Saat itu, La Ode Uli mendapati sapi peliharaannya sudah tergeletak tak bernyawa di dalam kandang.
Kondisi sapi tersebut cukup memprihatinkan. Ketika ditemukan, sebagian besar bagian daging sudah tidak berada di tempat. Korban hanya mendapati dua tulang paha, dua tulang kaki, kepala, bagian perut / usus, serta sejumlah bagian lainnya.
Kondisi tersebut menimbulkan dugaan bahwa sapi milik korban telah disembelih oleh orang tidak dikenal yang kemudian mengambil sebagian besar dagingnya.
Atas kejadian itu, La Ode Uli mengaku telah melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Tongkuno. Ia berharap aparat kepolisian segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik dugaan pencurian ternak tersebut.
“Saya berharap pihak Polsek Tongkuno dapat mengusut tuntas kejadian ini dan mengungkap siapa sebenarnya pelaku yang telah menyembelih sapi saya. Jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang dan merugikan masyarakat, khususnya para peternak di Desa Lapadindi,” ungkap La Ode Uli.
Ia juga meminta agar laporan tersebut mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang.
Menurutnya, peristiwa tersebut bukan hanya menimbulkan kerugian bagi dirinya sebagai pemilik ternak, tetapi juga memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama warga yang menggantungkan mata pencaharian dari sektor peternakan.
La Ode Uli menilai keamanan ternak merupakan bagian penting dari perlindungan terhadap sumber penghidupan masyarakat. Apabila dugaan tindakan pencurian dan penyembelihan ternak seperti ini tidak segera diungkap, dikhawatirkan dapat menimbulkan keresahan serta mengurangi rasa aman para peternak.
Karena itu, ia berharap Polsek Tongkuno dapat segera menindaklanjuti laporan tersebut, melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian, mengumpulkan keterangan saksi, serta mengidentifikasi pihak yang diduga bertanggung jawab.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai perkembangan penanganan laporan tersebut. Dugaan tindak pidana dalam peristiwa ini masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut oleh aparat penegak hukum. (**)












