KENDARI, Sentralsultra.com – Seorang warga Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari mengeluhkan pelayanan tenaga medis yang diberikan oleh Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kendari setelah anaknya yang masih balita diduga mengalami komplikasi pada bagian tangan usai menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.
Balita bernama M. Aiman itu awalnya dibawa oleh Orang Tuanya ke RS Bhayangkara Kendari pada 2 Juni 2026 karena mengalami diare, demam, dan dalam kondisi tumbuh gigi.
Orang tua pasien, Akbar, mengaku membawa anaknya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis secepat mungkin demi menghindari risiko yang lebih besar terhadap kondisi kesehatan sang anak.
“Kami tidak mau ambil risiko karena anak kami mengalami mencret, demam dan sedang tumbuh gigi. Karena itu kami memutuskan membawa Aiman ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan,” ujar Akbar kepada Sentralsultra.com, Sabtu (13/6/2026).
Menurut Akbar, setelah menjalani penanganan awal berupa pemasangan infus, kondisi tangan anaknya justru mengalami perubahan yang mengkhawatirkan beberapa hari kemudian.
Ia (Akbar) mengaku melihat muncul bintik-bintik pada area bekas pemasangan infus yang kemudian berkembang menjadi melepuh, membengkak, dan bernanah.
“Beberapa hari setelah dipasang infus, tiba-tiba muncul bintik-bintik seperti cacar di tangan anak kami. Lama-kelamaan tangannya melepuh, bengkak, bahkan kondisinya semakin parah,” katanya.
Akbar mengaku telah beberapa kali mempertanyakan kondisi tersebut kepada petugas medis yang menangani anaknya. Namun, menurutnya, saat itu pihak rumah sakit menyampaikan bahwa kondisi tersebut tidak perlu dikhawatirkan.
“Kami sudah berulang kali bertanya kepada perawat karena tangan anak kami semakin bengkak dan bernanah. Tetapi kami selalu diberi penjelasan bahwa tidak apa-apa,” ungkapnya.
Keluarga pasien mengaku semakin khawatir lantaran kondisi tangan balita tersebut terus memburuk dari hari ke hari. Mereka bahkan menyebut salah satu jari tangan anaknya nyaris mengalami kerusakan serius akibat pembengkakan yang terjadi.
Beberapa hari kemudian, lanjut Akbar, pihak RS Bhayangkara Kendari merujuk pasien ke rumah sakit lain untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
“Kami kemudian dirujuk ke rumah sakit lain ketika kondisi tangan anak kami sudah sangat membengkak,” ujarnya.
Akbar juga mengaku pihak rumah sakit sempat menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga terkait kondisi yang dialami pasien. Namun demikian, keluarga berharap ada penjelasan yang lebih lengkap mengenai penyebab terjadinya komplikasi pada tangan anak mereka.
“Kami hanya ingin mengetahui apa sebenarnya yang terjadi dan berharap ada tanggung jawab serta penjelasan yang jelas terkait kondisi anak kami,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak RS Bhayangkara Kendari belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan yang disampaikan keluarga pasien.
Wartawan Sentralsultra.com masih berupaya menghubungi pihak manajemen rumah sakit guna memperoleh konfirmasi dan penjelasan lebih lanjut untuk menjaga keberimbangan pemberitaan. (**)












