HUKUM

Proyek Revitalisasi Gerbang Utama UHO Disorot, Mahasiswa Keluhkan Dugaan Pelanggaran K3 dan Jalan Berdebu

0
×

Proyek Revitalisasi Gerbang Utama UHO Disorot, Mahasiswa Keluhkan Dugaan Pelanggaran K3 dan Jalan Berdebu

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Suasana proyek Revitalisasi Gerbang Utama Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari yang masih berlangsung. Sejumlah pekerja terlihat melakukan pembangunan berbagai fasilitas di area gerbang utama. Proyek senilai Rp7,46 miliar tersebut menjadi sorotan setelah mahasiswa mengeluhkan dugaan pelanggaran standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta kondisi jalan yang berdebu di sekitar lokasi proyek. Dok: Sentralsultra.com.

KENDARI, Sentralsultra.com – Pelaksanaan proyek Revitalisasi Gerbang Utama Universitas Halu Oleo (UHO) di Kota Kendari menjadi sorotan. Sejumlah mahasiswa mengeluhkan dugaan minimnya penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta tidak optimalnya pengendalian debu selama proses pembangunan.

Keluhan tersebut disampaikan sejumlah mahasiswa UHO yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Mereka mengaku hampir setiap hari melintasi area proyek dan masih melihat pekerja yang diduga tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap saat melakukan aktivitas konstruksi.

“Hampir setiap hari kami melintas di lokasi proyek. Masih ada pekerja yang kami lihat tidak memakai helm proyek maupun perlengkapan keselamatan lainnya. Padahal, keselamatan pekerja seharusnya menjadi prioritas,” ujar salah seorang mahasiswa, Sabtu 4 Juli 2026.

Selain menyoroti aspek keselamatan kerja, mahasiswa juga mengeluhkan banyaknya debu yang berterbangan dari area proyek. Mereka menduga hal itu terjadi karena jalan di sekitar lokasi pekerjaan tidak disiram secara rutin oleh pihak pelaksana.

“Kalau siang dan cuaca panas, debunya sangat mengganggu. Kendaraan yang lewat membuat debu semakin beterbangan. Kami berharap jalan disiram secara berkala agar lebih nyaman bagi mahasiswa dan masyarakat yang melintas,” kata mahasiswa lainnya.

Menurut mereka, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan civitas akademika dan pengguna jalan, tetapi juga dikhawatirkan berdampak pada kesehatan, terutama bagi mahasiswa yang setiap hari beraktivitas di lingkungan kampus.

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan Revitalisasi Gerbang Utama Universitas Halu Oleo memiliki nilai kontrak sebesar Rp7.466.833.068 dengan masa pelaksanaan 150 hari kalender, terhitung sejak 10 April 2026 hingga 6 September 2026. Adapun kontraktor pelaksana proyek tersebut adalah CV. Raning Dwi Lanksana.

Mahasiswa berharap pihak kontraktor segera meningkatkan penerapan standar K3 dengan memastikan seluruh pekerja menggunakan APD sesuai ketentuan. Mereka juga meminta dilakukan penyiraman jalan secara berkala untuk mengurangi debu yang ditimbulkan selama pekerjaan berlangsung.

“Kami mendukung pembangunan gerbang kampus agar lebih baik. Namun, pelaksanaannya juga harus memperhatikan keselamatan pekerja serta kenyamanan mahasiswa dan masyarakat yang melintas di kawasan kampus,” ungkap salah seorang mahasiswa.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV. Raning Dwi Lanksana maupun Universitas Halu Oleo belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan tersebut. Redaksi masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait untuk memperoleh konfirmasi sebagai bagian dari penerapan asas keberimbangan dalam pemberitaan. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *