BISNISHUKUM

Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 Sasar Wakatobi, BI dan TNI AL Perkuat Kedaulatan Ekonomi di Wilayah 3T

0
×

Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 Sasar Wakatobi, BI dan TNI AL Perkuat Kedaulatan Ekonomi di Wilayah 3T

Sebarkan artikel ini

KENDARI, Sentralsultra.com – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara bersama TNI Angkatan Laut kembali menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026 sebagai bentuk komitmen menjaga ketersediaan uang Rupiah layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya di daerah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi kebijakan Clean Money Policy yang bertujuan mempercepat penarikan Uang Tidak Layak Edar (UTLE), terutama di wilayah kepulauan seperti Kabupaten Wakatobi. Selain layanan kas keliling, ekspedisi juga dirangkaikan dengan edukasi “Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah”, kegiatan Open Ship Experience bagi pelajar, serta aksi sosial bagi masyarakat.

Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 dilaksanakan menggunakan KRI Pulau Rimau-724 dengan jadwal pelayaran pada 5 hingga 11 Mei 2026. Tim ekspedisi akan menjangkau lima pulau utama di Wakatobi, yakni Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, Binongko, dan Runduma.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini, Bank Indonesia menyiapkan modal kerja sebesar Rp20 miliar untuk diedarkan kepada masyarakat.

Penyediaan uang layak edar tersebut diharapkan mampu menggantikan uang yang sudah tidak layak pakai, sekaligus mendukung kelancaran transaksi ekonomi masyarakat di wilayah kepulauan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, melalui keterangannya menyampaikan bahwa kehadiran Rupiah di wilayah 3T tidak hanya berfungsi sebagai alat transaksi, tetapi juga merupakan simbol kedaulatan negara yang harus dijaga di seluruh pelosok Indonesia.

“Ekspedisi ini menjadi wujud nyata komitmen kami untuk memastikan masyarakat di wilayah kepulauan tetap memperoleh akses terhadap uang Rupiah yang layak edar, sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya Rupiah,” ujarnya.

Kabupaten Wakatobi sendiri dikenal sebagai wilayah kepulauan dengan luas mencapai 1,39 juta hektare dan memiliki kekayaan biodiversitas laut yang luar biasa, termasuk sekitar 750 dari 850 spesies karang dunia. Atas keunggulan tersebut, UNESCO menetapkan Wakatobi sebagai kawasan cagar biosfer dunia sejak tahun 2012. Selain itu, kawasan ini juga masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Prioritas.

Bank Indonesia mencatat, indeks Awareness Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP) di wilayah Sulawesi Tenggara pada tahun 2025 mencapai angka 84,90 atau masuk kategori baik. Capaian ini bahkan melampaui rata-rata nasional sebesar 77,74 dan menjadi yang tertinggi di kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Untuk memperkuat capaian tersebut, rangkaian kegiatan ERB 2026 juga mencakup edukasi langsung kepada masyarakat serta kegiatan sosial bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat. Kegiatan sosial tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan gratis dan sunatan massal yang dilaksanakan bersama dinas kesehatan dan puskesmas di wilayah Wakatobi.

Ke depan, Bank Indonesia Sulawesi Tenggara bersama TNI AL dan pemerintah daerah akan terus memperkuat sinergi dalam memastikan distribusi uang Rupiah yang berkualitas. Langkah ini diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, sekaligus memperkuat kedaulatan negara melalui kehadiran Rupiah di seluruh wilayah NKRI. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *