HUKUMKENDARIPEMKOT KENDARI

Proyek Paving Block di Abeli Dalam Kendari Disorot, RT dan RW Mengaku Tak Pernah Diberi Tahu

0
×

Proyek Paving Block di Abeli Dalam Kendari Disorot, RT dan RW Mengaku Tak Pernah Diberi Tahu

Sebarkan artikel ini

KENDARI, Sentralsultra.com – Pekerjaan pembangunan jalan lingkungan berupa pemasangan paving block di wilayah RT 003, RW 001, Kelurahan Abeli Dalam, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, menjadi sorotan warga setempat.

Pasalnya, kegiatan yang tengah berlangsung tersebut diduga tidak dilengkapi papan informasi proyek di lokasi pekerjaan. Selain itu, pelaksanaan pekerjaan disebut tidak melibatkan warga sekitar sebagai tenaga kerja.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai sumber anggaran, pelaksana kegiatan, hingga mekanisme penetapan lokasi pekerjaan. Warga juga mempertanyakan mengapa pengurus lingkungan setempat tidak mengetahui adanya pekerjaan yang dilaksanakan di wilayah mereka.

Ketua RT 003 Kelurahan Abeli Dalam, Herman, mengaku tidak mengetahui adanya pekerjaan tersebut sejak awal.Menurut Herman, pembangunan jalan lingkungan di wilayahnya justru menjadi salah satu usulan yang setiap tahun ia sampaikan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) maupun kegiatan reses anggota legislatif.

“Setiap tahun saya usulkan dalam Musrenbang maupun reses. Tapi untuk pekerjaan yang sekarang ini, saya tidak tahu,” kata Herman.

Herman menyayangkan apabila pembangunan yang berada di wilayah RT 003 justru tidak dikomunikasikan terlebih dahulu kepada pemerintah lingkungan maupun masyarakat setempat.

Ia juga mempertanyakan keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proyek tersebut. Berdasarkan informasi yang diperolehnya, sebagian pekerja diduga berasal dari luar Kota Kendari.

“Kami sebagai RT seharusnya mengetahui kalau ada kegiatan pembangunan di wilayah kami. Apalagi ini menyangkut fasilitas lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua RW 001, Raspin. Ia mengaku tidak pernah menerima informasi terkait adanya pekerjaan tersebut.

Raspin mengatakan, dirinya baru mengetahui kegiatan itu setelah melihat sejumlah orang melakukan pekerjaan pemasangan paving block di lokasi.

“Saya juga tidak tahu ada pekerjaan. Tiba-tiba saja saya melihat orang sudah bekerja,” ungkap Raspin.

Menurutnya, minimnya informasi mengenai kegiatan tersebut menjadi persoalan tersendiri. Sebab, proyek pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah pada prinsipnya perlu memiliki informasi yang jelas agar masyarakat dapat mengetahui jenis pekerjaan, nilai anggaran, sumber dana, pelaksana, serta waktu pelaksanaannya.

Selain persoalan papan informasi proyek, keterlibatan masyarakat lokal juga menjadi perhatian. Warga mempertanyakan alasan tenaga kerja dari lingkungan sekitar tidak dilibatkan apabila pekerjaan tersebut memang dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat setempat.

Dari pantauan di lokasi, terlihat aktivitas pemasangan paving block pada ruas jalan lingkungan. Sejumlah material paving block juga tampak berada di sepanjang sisi jalan yang sedang dikerjakan.

Namun, di lokasi pekerjaan tidak terlihat papan informasi proyek yang menjelaskan identitas dan detail kegiatan.

Kondisi inilah yang kemudian memunculkan istilah “proyek siluman” di tengah masyarakat. Meski demikian, penyebutan tersebut masih merupakan dugaan dan perlu diklarifikasi kepada instansi atau pihak yang bertanggung jawab atas kegiatan tersebut.

Warga berharap Pemerintah Kota Kendari melalui instansi teknis terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai proyek tersebut, mulai dari sumber anggaran, nilai pekerjaan, pihak pelaksana, dasar penetapan lokasi, hingga mekanisme pengadaan dan keterlibatan tenaga kerja.

Masyarakat juga meminta agar setiap kegiatan pembangunan di lingkungan mereka disampaikan secara transparan sehingga tidak menimbulkan prasangka maupun pertanyaan di kemudian hari.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak instansi teknis maupun pelaksana pekerjaan belum memberikan penjelasan mengenai proyek pembangunan jalan lingkungan di RT 003, RW 001, Kelurahan Abeli Dalam tersebut. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *