KENDARI, Sentralsultra.com – Dugaan arisan bodong yang menyeret seorang istri oknum TNI berinisial SA kembali mencuat. Sejumlah korban mengaku belum menerima pengembalian uang, meski persoalan tersebut telah dilaporkan ke pihak Korem Kendari sejak April 2026 lalu.
Salah satu korban, Mahdia, mengaku mengalami kerugian setelah mengikuti arisan yang diduga dikoordinir oleh SA. Ia menyebut, uang para peserta arisan diduga digunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk umroh dan pembelian mobil.
“Kami datang ke Korem Kendari tepatnya tanggal 3 April 2026 menanyakan kejelasan uang kami yang telah diambil karena mengikuti arisan bodong tersebut. Bagian Intel Korem menyuruh kami menulis nama, nomor HP aktif, dan total kerugian yang katanya akan dikembalikan. Tapi saya heran, kenapa saya yang kerugiannya di bawah Rp5 juta belum dibayarkan,” ungkap Mahdia saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (27/5/2026).
Menurutnya, sejumlah korban lain yang memiliki kerugian lebih besar justru telah menerima pengembalian dana lebih dulu.
“Padahal yang lain di atas kerugianku sudah dikembalikan,” ujarnya.
Mahdia juga mengaku banyak ibu Persit turut menjadi korban dalam arisan tersebut. Dari informasi yang beredar di grup peserta arisan, uang tersebut diduga digunakan untuk umroh dan membeli mobil.
Ia menuturkan, setelah hampir dua bulan sejak mendatangi Korem Kendari, belum ada panggilan maupun kepastian terkait pengembalian uang miliknya.
Dalam percakapan WhatsApp yang diperlihatkan kepada wartawan, Mahdia sempat menanyakan langsung kepada Pratu A, yang disebut sebagai suami SA, terkait uang arisannya sebesar Rp3 juta.
“Kak bagaimana dana ta, untuk uang arisanku yang sudah masuk Rp3 juta atas nama Mahdiyyah?” tulis korban dalam pesan tertanggal 7 April 2026.
Pesan tersebut kemudian dibalas oleh Pratu A.
“Iyee insyaallah secepatnya akan dikembalikan, sementara lagi penjualan aset mi ini iyee,” balasnya.
Korban kemudian kembali menagih pengembalian dana pada 11 April 2026.
“Kak bagaimana? Adami dana ta?” tanya korban kembali.
Pratu A pun kembali menjawab bahwa pengembalian akan diusahakan pada minggu berikutnya.
“Iyee insyaallah diusahakan minggu depan,” tulisnya.
Namun hingga saat ini, Mahdia mengaku uang tersebut belum juga dikembalikan. Ia menyebut dirinya terus berupaya menghubungi SA maupun Pratu A, namun belum mendapat kepastian.
“SA sudah tidak membalas chat saya. Kalau suaminya masih membalas WhatsApp, tapi sampai sekarang uangnya belum juga dikembalikan,” katanya.
Mahdia juga memperlihatkan bukti transfer uang serta rekaman percakapan salah satu korban yang mengaku dananya telah dikembalikan. Dalam rekaman tersebut, disebutkan bahwa pihak Intel Korem diduga telah menyerahkan penyelesaian persoalan itu kepada SA dan suaminya, Pratu A.
“Saya ambil langsung sama SA dan suaminya,” ungkap rekaman yang dikirimkan Mahdia, rekaman suara salah satu korban yang sudah dikembalikan uangnya.
Hingga berita ini diterbitkan, wartawan Sentralsultra.com mengaku telah mencoba menghubungi pihak terkait guna meminta konfirmasi, namun belum mendapatkan tanggapan.(**)












