HUKUMKENDARI

Insiden Berdarah di Karaoke Fungky Kendari, Dua Pengunjung Luka Berat, Satu Dipersiapkan Jalani Operasi, Keamanan Dipertanyakan

0
×

Insiden Berdarah di Karaoke Fungky Kendari, Dua Pengunjung Luka Berat, Satu Dipersiapkan Jalani Operasi, Keamanan Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini

KENDARI, Sentralsultra.com – Insiden berdarah berupa dugaan pengeroyokan, penikaman, dan penebasan menggunakan senjata tajam (sajam) terjadi di tempat hiburan malam (THM) Karaoke Fungky, Jalan Bunga Kamboja Nomor 2, Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada tanggal 28 hari rabu sekitar pukul 01:45 Wita.

Peristiwa tersebut mengakibatkan 2 (dua) pengunjung, Ilham dan Jef, mengalami luka berat hingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Salah seorang korban dilaporkan menjalani perawatan di ruang intensive care unit (ICU) dan dipersiapkan untuk menjalani operasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Sentralsultra.com dari keluarga Ilham pada Kamis (29/10/2026), kedua korban diketahui merupakan warga Kota Lama, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari.

Ilham dilaporkan mengalami luka tebasan parang pada bagian kepala serta sejumlah luka tusukan di tubuhnya. Sementara itu, Jeb juga mengalami luka berat yang membutuhkan penanganan medis intensif.Ketgam: Salah satu Korban dugaan pengeroyokan, penikaman, dan penebasan menggunakan senjata tajam (sajam) yang terjadi di tempat hiburan malam (THM) Karaoke Fungky, Jalan Bunga Kamboja Nomor 2, Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada tanggal 28 hari rabu sekitar pukul 01:45 Wita. Dok: Sentralsultra.com.

Insiden tersebut memunculkan pertanyaan serius dari keluarga korban mengenai sistem keamanan di Karaoke Fungky. Mereka mempertanyakan bagaimana senjata tajam berupa badik dan parang dapat masuk ke dalam tempat hiburan tersebut hingga berujung pada jatuhnya dua korban luka berat.

Dua Pengunjung Luka Berat, Keluarga Pertanyakan Pengawasan Security
Keluarga Ilham mempertanyakan tanggung jawab manajemen Karaoke Fungky dalam menjamin keselamatan pengunjung, terutama terkait pemeriksaan keamanan dan pencegahan masuknya benda berbahaya ke dalam area hiburan.

Menurut keterangan Ilham yang disampaikan melalui keluarganya kepada Sentralsultra.com, Karaoke Fungky memiliki empat orang petugas keamanan (security) yang berjaga di lokasi.

Namun, keberadaan empat petugas tersebut justru menjadi sorotan keluarga setelah insiden yang diduga melibatkan penggunaan badik dan parang terjadi di dalam tempat hiburan malam itu.

Keluarga mengaku heran karena, menurut keterangan mereka, terdapat imbauan di area karaoke yang melarang pengunjung membawa senjata tajam maupun senjata api (senpi) ke dalam lokasi.

“Bagaimana ceritanya parang bisa masuk ke dalam Fungky, sementara ada empat petugas security yang berjaga? Apalagi, di area tempat bernyanyi juga terdapat imbauan bahwa senjata tajam dan senjata api dilarang dibawa masuk,” ungkap pihak keluarga korban kepada awak media.

Keluarga pun mempertanyakan efektivitas penerapan aturan tersebut. Mereka menilai larangan membawa senjata berbahaya semestinya disertai pemeriksaan dan pengawasan yang memadai agar dapat dijalankan secara konsisten.

“Kalau memang ada empat orang petugas keamanan, lalu bagaimana senjata tajam bisa masuk ke dalam karaoke? Apa tugas petugas keamanan di sana?,” demikian inti pertanyaan Ilham yang disampaikan melalui keluarganya.

Bagi keluarga korban, insiden ini harus menjadi perhatian serius pihak pengelola. Keberadaan petugas keamanan semestinya didukung prosedur pemeriksaan yang efektif, upaya pencegahan konflik, serta penanganan cepat ketika terjadi keributan yang berpotensi membahayakan pengunjung.

Meski demikian, bagaimana senjata tajam tersebut bisa berada di lokasi, kronologi lengkap kejadian, serta pihak-pihak yang diduga terlibat masih perlu dipastikan melalui penyelidikan aparat kepolisian.

Keluarga Desak Manajemen Karaoke Fungky Berikan Klarifikasi
Atas insiden yang menyebabkan dua pengunjung mengalami luka berat tersebut, keluarga korban mendesak manajemen Karaoke Fungky memberikan penjelasan secara terbuka mengenai sistem keamanan yang diterapkan di tempat hiburan itu.

Keluarga mempertanyakan bagaimana prosedur pemeriksaan pengunjung dijalankan, bagaimana empat petugas keamanan melaksanakan tugasnya, serta langkah apa yang diterapkan untuk mencegah masuknya senjata tajam dan mengantisipasi potensi kekerasan di dalam area karaoke.

Mereka berharap manajemen tidak mengabaikan persoalan ini, mengingat keselamatan pengunjung merupakan aspek penting dalam operasional tempat hiburan malam.

Klarifikasi pengelola diperlukan untuk menjelaskan pelaksanaan prosedur keamanan, kronologi yang diketahui pihak pengelola, serta langkah evaluasi yang akan dilakukan setelah insiden tersebut.

Di sisi lain, keluarga korban berharap aparat kepolisian segera mengusut tuntas dugaan tindak kekerasan tersebut. Penyelidikan diharapkan dapat mengungkap rangkaian kejadian, mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat, mengamankan barang bukti, serta memastikan pertanggungjawaban hukum berdasarkan fakta dan alat bukti.

Keluarga meminta agar penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan, dan berkeadilan sehingga peristiwa yang menyebabkan dua orang mengalami luka berat tersebut dapat terungkap secara terang.

Menunggu Klarifikasi Manajemen dan Kepolisian
Hingga berita ini ditayangkan, Sentralsultra.com belum memperoleh keterangan resmi dari manajemen Karaoke Fungky maupun aparat kepolisian mengenai kronologi lengkap dan perkembangan penanganan insiden tersebut.

Konfirmasi dari pihak pengelola dan kepolisian masih diperlukan untuk memastikan rangkaian kejadian, memperjelas persoalan keamanan yang dipertanyakan keluarga korban, serta mengetahui langkah hukum yang telah atau akan ditempuh.

Sentralsultra.com tetap berupaya memperoleh keterangan dari seluruh pihak terkait guna menyajikan pemberitaan yang berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan keamanan di tempat hiburan malam. Larangan membawa senjata berbahaya perlu didukung penerapan prosedur pengamanan yang memadai agar keselamatan pengunjung tetap terjaga dan kejadian serupa dapat dicegah. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *