KENDARI, Sentralsultra.com – Kondisi balita yang diduga mengalami komplikasi pada bagian tangan usai menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kendari kini mulai menunjukkan perkembangan. Meski penyakit diare, demam, dan keluhan akibat tumbuh gigi telah dinyatakan sembuh, luka pada tangan balita tersebut hingga kini masih menjalani penanganan intensif di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Oputa Yi Koo, Kota Kendari. Hal itu disampaikan keluarga pasien kepada Sentralsultra.com, Kamis (18/6/2026).
“Alhamdulillah, penyakit mencret, demam, dan sakit giginya sudah sembuh. Sekarang yang masih menjadi perhatian adalah kondisi tangannya yang belum sembuh dan masih dalam perawatan di RS Oputa Yi Koo,” ujar keluarga pasien.
Menurut pihak keluarga, manajemen RS Bhayangkara Kendari, mulai dari kepala rumah sakit, pengawas hingga kepala ruangan, telah datang menemui mereka di RS Oputa Yi Koo. Namun demikian, keluarga menegaskan bahwa yang paling mereka harapkan bukan sekadar kunjungan, melainkan kesembuhan tangan anak mereka.
“Memang Kepala RS Bhayangkara, pengawas, dan kepala ruangan sudah datang menemui kami. Akan tetapi, yang kami inginkan adalah bagaimana tangan anak kami bisa sembuh seperti semula,” ungkapnya.

Sebelumnya, keluarga balita asal Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari mengeluhkan pelayanan medis yang diberikan RS Bhayangkara Kendari setelah anak mereka, Muhamad Aiman Alfariski, diduga mengalami komplikasi pada bagian tangan usai pemasangan infus saat menjalani perawatan. Balita tersebut dibawa ke RS Bhayangkara Kendari pada 2 Juni 2026 karena mengalami diare, demam, serta dalam kondisi tumbuh gigi.
Orang tua pasien, Akbar, mengatakan dirinya membawa sang anak ke rumah sakit untuk memperoleh penanganan medis secepat mungkin demi menghindari risiko yang lebih besar terhadap kondisi kesehatan anaknya.
“Kami tidak mau mengambil risiko karena anak kami mengalami mencret, demam, dan sedang tumbuh gigi. Karena itu kami memutuskan membawanya ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan,” ujar Akbar.
Namun, beberapa hari setelah pemasangan infus, Akbar mengaku melihat perubahan pada tangan anaknya. Menurutnya, muncul bintik-bintik pada area bekas infus yang kemudian berkembang menjadi melepuh, membengkak, hingga bernanah.
“Awalnya muncul bintik-bintik seperti cacar di tangan anak kami. Lama-kelamaan tangannya melepuh, bengkak, bahkan kondisinya semakin parah,” katanya.
Akbar mengaku telah beberapa kali mempertanyakan kondisi tersebut kepada tenaga medis yang menangani anaknya. Akan tetapi, menurutnya, saat itu pihak rumah sakit menyampaikan bahwa kondisi tersebut tidak perlu dikhawatirkan.
“Kami sudah berulang kali bertanya kepada perawat karena tangan anak kami semakin bengkak dan bernanah. Namun kami selalu diberi penjelasan bahwa tidak apa-apa,” ujarnya.
Keluarga mengaku semakin cemas karena kondisi tangan balita tersebut terus memburuk. Mereka bahkan menyebut salah satu jari tangan anaknya nyaris mengalami kerusakan serius akibat pembengkakan.
Beberapa hari kemudian, pasien akhirnya dirujuk ke rumah sakit lain untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Kami kemudian dirujuk ke rumah sakit lain ketika kondisi tangan anak kami sudah sangat membengkak,” kata Akbar.
Akbar juga mengungkapkan bahwa pihak RS Bhayangkara Kendari sempat menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga atas kondisi yang dialami pasien. Meski demikian, keluarga berharap ada penjelasan yang lebih rinci mengenai penyebab komplikasi tersebut serta langkah-langkah penanganan yang dilakukan.
“Kami hanya ingin mengetahui apa sebenarnya yang terjadi dan berharap ada tanggung jawab serta penjelasan yang jelas terkait kondisi anak kami,” tuturnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak RS Bhayangkara Kendari belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan komplikasi yang dialami pasien sebagaimana disampaikan pihak keluarga.
Sentralsultra.com masih berupaya menghubungi manajemen RS Bhayangkara Kendari untuk memperoleh konfirmasi dan penjelasan resmi guna memenuhi prinsip keberimbangan dalam pemberitaan. (**)












