BOMBANAPENDIDIKAN

KKN UHO Hadirkan Taman Baca di Pulau Tambako, Dorong Minat Literasi Anak Desa

0
×

KKN UHO Hadirkan Taman Baca di Pulau Tambako, Dorong Minat Literasi Anak Desa

Sebarkan artikel ini

BOMBANA, Sentralsultra.com-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Berdampak Batch II Universitas Halu Oleo (UHO) menghadirkan ruang literasi bagi anak-anak di Desa Pulau Tambako, Kecamatan Mataoleo, Kabupaten Bombana.

Program tersebut diwujudkan melalui Taman Baca Masyarakat (TBM) Taman Baca Tambako, yang digagas mahasiswa KKN UHO melalui kolaborasi bersama Perpustakaan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara dan Balai Bahasa Sulawesi Tenggara.

Kehadiran taman baca ini menjadi salah satu upaya mahasiswa untuk memperluas akses bahan bacaan sekaligus menyediakan ruang belajar yang nyaman bagi anak-anak di wilayah kepulauan tersebut.

Setiap pulang sekolah, anak-anak Desa Pulau Tambako terlihat berkumpul untuk membaca berbagai buku cerita dengan didampingi mahasiswa KKN. Meski menggunakan fasilitas sederhana dan beralaskan baliho bekas, suasana tersebut menjadi ruang alternatif bagi anak-anak untuk belajar, bermain sambil membaca, serta menumbuhkan kecintaan terhadap buku.Program tersebut juga mendapat dukungan bahan bacaan dari sejumlah pihak, di antaranya Perpustakaan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara dan Balai Bahasa Sulawesi Tenggara.

Dwi Husba dari Balai Bahasa Sulawesi Tenggara mengungkapkan apresiasinya terhadap inisiatif mahasiswa KKN UHO yang memanfaatkan buku sebagai sarana membangun budaya literasi di Pulau Tambako.

“Suatu hari saya dihubungi oleh salah satu calon peserta KKN di Pulau Tambako untuk membahas dukungan kegiatan berupa buku bacaan. Kami berdiskusi mengenai model kegiatan yang akan mereka terapkan di sana. Menarik pikirku,” ujar Dwi.

Dwi kemudian memberikan sejumlah buku cerita anak dari koleksi pribadinya untuk mendukung pelaksanaan kegiatan literasi tersebut.

Menurutnya, buku-buku yang diberikan dimanfaatkan secara baik oleh mahasiswa KKN bersama anak-anak melalui program Taman Baca Tambako.

“Saya takjub atas apa yang telah dilakukan teman-teman di pulau tersebut. Mereka menggagas program Taman Baca Tambako. Setiap pulang sekolah, anak-anak terlihat duduk bersama dan membaca buku-buku cerita sambil didampingi kakak-kakak,” katanya.

Selain menghadirkan taman baca, mahasiswa KKN UHO juga menjalankan berbagai program pengabdian yang menyentuh bidang pendidikan, kesehatan, sosial, hingga pengembangan dan promosi potensi desa.

Mahasiswa Jurusan Jurnalistik UHO turut mengambil peran dalam memperkenalkan potensi wisata Desa Pulau Tambako melalui konten dan publikasi. Salah satu destinasi yang diperkenalkan adalah Pantai Alo-Alo.

Selama 30 hari masa pengabdian, mahasiswa juga melaksanakan sejumlah kegiatan lainnya, antara lain edukasi pergaulan bebas dan pencegahan pernikahan dini, FAST (First Aid Simulation & Training), fasilitasi pembelajaran Bahasa Indonesia, lomba mewarnai, senam sehat, Citizen Journalism, pembangunan denah desa, pembuatan after movie, serta publikasi dan promosi potensi Desa Pulau Tambako.

Rangkaian program tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat selama mahasiswa berada di lokasi KKN, tetapi juga meninggalkan kegiatan yang dapat dilanjutkan oleh masyarakat setempat.

Mahasiswa KKN UHO berharap Taman Baca Tambako dapat terus dimanfaatkan anak-anak dan masyarakat meski masa pengabdian mereka telah berakhir.

Bagi mahasiswa, kehadiran taman baca tersebut menjadi salah satu jejak pengabdian yang diharapkan mampu menjaga dan menumbuhkan semangat literasi masyarakat, khususnya generasi muda di Pulau Tambako. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *