PENDIDIKAN

FKDSI Matangkan Pelantikan DPP dan Rakernas, Perkuat Konsolidasi Dosen Menuju Indonesia Emas 2045

0
×

FKDSI Matangkan Pelantikan DPP dan Rakernas, Perkuat Konsolidasi Dosen Menuju Indonesia Emas 2045

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Jajaran pengurus dan dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mengikuti Silaturahmi Kebangsaan Forum Komunikasi Dosen Seluruh Indonesia (FKDSI) secara virtual melalui Zoom sebagai bagian dari konsolidasi menjelang pelantikan Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi, profesionalisme, dan kolaborasi dosen dalam mendukung kemajuan pendidikan tinggi menuju Indonesia Emas 2045. Dok: Sentralsultra.com.

JAKARTA, Sentralsultra.com – Forum Komunikasi Dosen Seluruh Indonesia (FKDSI) terus memperkuat konsolidasi organisasi menjelang pelantikan Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang akan menjadi tonggak awal penguatan peran dosen dalam mendukung kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia.

Sebagai bagian dari rangkaian persiapan tersebut, FKDSI menggelar Silaturahmi Kebangsaan secara virtual melalui Zoom yang diikuti jajaran pengurus serta dosen dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini menjadi wadah konsolidasi nasional untuk mempererat komunikasi sekaligus menyatukan visi dalam membangun organisasi yang profesional, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan tinggi.

Silaturahmi Kebangsaan mendapat kehormatan dengan kehadiran Ketua Dewan Pembina FKDSI, Brigjen Pol. (Purn.) Prof. Dr. Drs. Muh. Elia Wasono Mastoko, S.H., M.M., Adv. Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya membangun organisasi yang berlandaskan profesionalisme, integritas, dan semangat persatuan agar FKDSI mampu menjadi wadah pemersatu dosen Indonesia sekaligus mitra strategis pemerintah dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

Kegiatan tersebut dipimpin Ketua Umum DPP FKDSI, Andi Herenal Daeng Toto, dosen Universitas Dipa Makassar, didampingi Sekretaris Jenderal Prof. Esti Handayani Hardi, Guru Besar Universitas Mulawarman. Keduanya memaparkan perkembangan pembentukan organisasi, kesiapan pelantikan Dewan Pengurus Pusat, serta agenda Rakernas yang akan menjadi forum penyusunan program kerja strategis organisasi.

Dalam kesempatan itu, FKDSI juga memperkenalkan jajaran dewan organisasi yang diisi sejumlah tokoh nasional dan akademisi terkemuka. Posisi Ketua Dewan Pembina dijabat Brigjen Pol. (Purn.) Prof. Dr. Drs. Muh. Elia Wasono Mastoko, S.H., M.M., Adv., sementara Ketua Dewan Penasihat dipercayakan kepada Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.Sc., mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI.

Adapun Ketua Dewan Pertimbangan dijabat Prof. Dr. der. soz. Gumilar Rusliwa Somantri, mantan Rektor Universitas Indonesia, sedangkan Ketua Dewan Pakar diemban Prof. Nyarwi Ahmad, Ph.D., Guru Besar Universitas Gadjah Mada.

Sementara itu, Ketua Majelis Kehormatan dan Etik dipercayakan kepada Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni, S.H., M.Si., Rektor Institut STIAMI, Senator DPD RI periode 2019–2024, sekaligus mantan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Kehadiran para tokoh nasional tersebut dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat legitimasi FKDSI sebagai organisasi profesi dosen yang independen, kredibel, serta memiliki kapasitas untuk berkontribusi terhadap pengembangan kebijakan pendidikan tinggi di Indonesia.

Selain membahas kesiapan pelantikan dan Rakernas, forum tersebut juga mendiskusikan arah pengembangan organisasi, penguatan jejaring kolaborasi antardosen, serta penyusunan berbagai program strategis yang akan dibahas dan ditetapkan dalam Rakernas mendatang.

Pelantikan Dewan Pengurus Pusat dan Rakernas FKDSI diharapkan menjadi momentum konsolidasi nasional bagi para dosen Indonesia dalam memperkuat sinergi lintas perguruan tinggi. Dengan mengusung semangat persatuan, profesionalisme, integritas, dan kolaborasi, FKDSI berkomitmen menjadi rumah besar bagi dosen Indonesia sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi, pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, serta mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *