Kendalikan Inflasi, Pemkab Konsel Lakukan Operasi Pasar Murah

oleh

Pemkab Konsel Dapat Reward Dana Insentif Fiskal Dari Kementerian Keuangan RI

Konsel, Sentralsultra.com – Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Konawe Selatan (Konsel) memperoleh reward dana insentif fiskal dari Kementerian Keuangan FC (Kemenkeu) RI. Jumlahnya mencapai Rp 9.383.684 Miliar dari APBD Perubahan 2023.

Bupati Konsel H. Surunuddin Dangga, S.T., M.M mengatakan, dana insentif fiskal itu karena Pemerintah Pusat (PP) menilai secara objektif bahwa Pemkab Konsel berkinerja baik dalam penanganan inflasi di daerah.

“Alhamdulillah Konsel mendapat dana insentif fiskal daerah tahun 2023. Ini perhatian pemerintah pusat terkait kinerja Pemkab Konsel dalam mengendalikan inflasi daerah,” ungkapnya saat dikonfirmasi belum lama ini.

Dirinya berterimakasih kepada semua pihak yang telah bekerja dalam menekan inflasi di daerah. Baik dari aparatur lingkup Pemkab maupun stakeholder terkait lainnya.

“Terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung program pemerintahan, sehingga mendapat hadiah dari pemerintah pusat. Ini hasil dari kinerja kita semua yang akan digunakan untuk masyarakat,” ujarnya.

Setelah mendapatkan reward dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia (RI) tersebut, Pemkab Konsel, yang dipimpin langsung Bupati Konsel H. Surunuddin Dangga, S.T., M.M pihaknya melaksanakan Operasi Pasar Murah (OPM), secara besar-besaran di 63 Desa/Kelurahan yang tersebar di 25 Kecamatan, yang digelar sejak tanggal 30 Oktober hingga 5 November 2023.

Agenda pasar murah dilakukan pertama kali dengan melaunching perdana, kegiatan tersebut di Kecamatan Moramo, pada Senin 30 Oktober 2023.

Dalam launching yang dibuka langsung oleh Bupati Konsel dan didampingi oleh Pimpinan OPD, Camat, Polsek Moramo, Babinsa, Babhinkantibmas dan sejumlah Kepala Desa di Kecamatan Moramo tersebut, Bupati Konsel Surunuddin Dangga dalam sambutannya mengatakan, sebagian besar daerah di tanah air, termasuk di Kabupaten Konawe Selatan sedang menghadapi gejala El Nino. Oleh karena itu, lanjutnya, harga bahan pokok banyak melonjak naik. Terkait hal itu, pemerintah daerah berkawajiban merspon hal tersebut.

“Melalui diadakannya kegiatan Pasar Murah ini, guna membantu meringankan beban masyarakat dalam rangka memperoleh barang kebutuhan pokok yang murah dan terjangkau. Selain itu, kegiatan ini bertujuan sebagai upaya pemerintah daerah dalam pengentasan kemiskinan ekstrim,” ucapnya.

Operasi Pasar Murah lanjut Surunuddin Dangga, merupakan langkah konkrit pemerintah dalam mengendalikan harga dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat, terutama dalam situasi harga bahan pokok yang cenderung terus naik dari Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Keuntungan yang didapatkan masyarakat dari OPM tersebut, dapat dilihat dari ketersediaan kebutuhan bahan pokok seperti beras, minyak dan gula bagi masyarakat yang masuk kategori kemiskinan ekstrim yang sudah terdata dari Dinas Sosial Konsel,” pungkasnya.

Selanjutnya, Operasi Pasar Murah itu akan dilaksanakn di Kecamatan Buke tepatnya di Desa Rahamenda, Adayu dan Awalo.

Operasi Pasar Murah di Konsel Diakhiri

Operasi Pasar Murah di Kabupaten Konsel diakhiri dengan menggelar pasar murah di Kecamatan Laonti, pada pada Minggu, 5 November 2023.

Operasi tersebut, digelar di 3 titik desa di Kecamatan Laonti, masing masing desa menyiapkan 500 karung beras, 330 liter minyak dan 400 kg gula. Adapun desa yang menjadi pusat dilaksanakannya OPM adalah Desa Namu, Desa Tambolusu dan Desa Peoinda.

Menanggapi Operasi Pasar Murah tersebut, Kepala Desa (Kades) Labotaone, Kecamatan Laonti, Yufar mengaku masyarakat sangat antusias menghadiri OPM tersebut. Yufar berharap, kegiatan tersebut terus dilaksanakan.

Pihaknya lanjut Yufar, telah menginformasikan kegiatan pasar murah ke masyarakat, sehingga pada pelaksanaannya, masyarakat berbondong-bondong ke tempat kegiatan tersebut

“Masyarakat sangat antusias dan kami suda menginformasikan ke mereka terkait kegiatan pasar murah. Alhamdulilah, masyarakat antusias sekali semoga bisa terbantukan lagi kedepannya,” tutupnya.

Senada dengan Kepala Desa Labotaone, Yufar, dampak positif dalam Operasi Pasar Murah tersebut juga diakui warga. Menurut mereka, pasar murah sangat membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka. Pasalnya, kenaikan harga-harga yang meroket, dan dilaksanakannya OPM sangat tepat dengan kondisi naiknya harga-harga kebutuhan pokok.

“OPM sangat membantu masyarakat mengingat kondisi kenaikan harga pangan di pasar yang meningkat dan beharap agar kegiatan OPM bisa berlanjut,” ungkap Salah seorang warga Desa Tambolosu

“Kami sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini, karena sangat berbeda harganya dengan harga di pasar umum. Saya sangat berterima kasih dan berharap supaya kegiatan Pasar Murah ini bisa berlanjut,” ungkap Sri Rani warga Desa Rumbi-Rumbia, Kecamatan Laonti. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.