KENDARI, Sentralsultra.com – Baru sepekan dipercaya mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari, Dr. dr. Putu Agustin Kusumawati, M.Kes. langsung menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Salah satu langkah strategis yang segera dilakukan adalah memperkuat layanan penanganan kanker melalui kegiatan visitasi dan monitoring Tim Pengampuan Kanker dari RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Pengampuan Kanker Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tersebut berlangsung di Aula RSUD Kota Kendari dan menjadi momentum penting dalam percepatan pengembangan layanan onkologi di Sulawesi Tenggara.
Plt. Direktur RSUD Kota Kendari, Dr. dr. Putu Agustin Kusumawati, M.Kes., mengatakan bahwa visitasi ini merupakan langkah strategis dalam mendukung pemerataan layanan kanker di Indonesia, khususnya di Kota Kendari, sekaligus meningkatkan kapasitas rumah sakit daerah agar mampu memberikan pelayanan onkologi yang berkualitas sesuai standar nasional.
“Visitasi ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pemerataan layanan kanker di Indonesia, khususnya di Kota Kendari, sekaligus meningkatkan kapasitas rumah sakit daerah agar mampu memberikan pelayanan onkologi yang berkualitas sesuai standar nasional,” ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Tim Pengampuan Kanker RSUP Dr. Sardjito atas pendampingan yang diberikan kepada RSUD Kota Kendari. Menurutnya, berbagai rekomendasi dari tim akan menjadi pijakan dalam menyusun strategi pengembangan layanan kanker, baik yang dapat direalisasikan pada tahun ini maupun dalam perencanaan anggaran tahun berikutnya.
Menurut dr. Putu, RSUD Kota Kendari secara bertahap terus melakukan penguatan sumber daya manusia, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, penyediaan sarana dan prasarana, hingga penyusunan rencana pengembangan layanan onkologi yang berkelanjutan.
“Kami sangat mengapresiasi visitasi ini. Berbagai masukan dari tim akan menjadi dasar dalam menyusun langkah-langkah pengembangan layanan kanker di RSUD Kota Kendari,” katanya.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama pengembangan tersebut adalah menghadirkan pelayanan kanker yang komprehensif sehingga masyarakat Sulawesi Tenggara dapat memperoleh layanan kesehatan sesuai standar nasional tanpa harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah.
Meski demikian, RSUD Kota Kendari masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya keterbatasan tenaga kesehatan yang memiliki sertifikasi khusus di bidang onkologi, belum optimalnya fasilitas diagnostik dan penunjang medis, serta kendala dalam ketersediaan obat akibat proses pengadaan dan distribusi.
Selain itu, rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini kanker juga menjadi perhatian serius. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian besar pasien datang dalam stadium lanjut sehingga pilihan terapi menjadi lebih terbatas.
Sementara itu, Perwakilan Tim Pengampuan Kanker RSUP Dr. Sardjito, dr. Fahmi Indrati, Sp.PD., Subsp. G.E.H (K), menjelaskan bahwa visitasi tersebut merupakan implementasi Program Pengampuan Kanker Nasional yang digagas Kementerian Kesehatan RI guna mewujudkan pemerataan pelayanan kanker di seluruh Indonesia.
Menurutnya, meningkatnya angka kejadian kanker menjadi salah satu alasan pemerintah melakukan transformasi sistem pelayanan kesehatan melalui program pengampuan, sehingga rumah sakit di berbagai daerah memiliki kompetensi pelayanan yang setara dengan rumah sakit rujukan nasional.
“Program ini bukan untuk mencari kekurangan rumah sakit, tetapi mendampingi agar seluruh indikator pelayanan kanker yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan dapat dipenuhi secara bertahap,” jelas dr. Fahmi.
Ia menambahkan, sistem pengampuan juga diarahkan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan melalui pelatihan dan sertifikasi sehingga mutu pelayanan onkologi dapat merata di seluruh Indonesia.
Dalam proses evaluasi, Tim Pengampuan menilai berbagai aspek kesiapan RSUD Kota Kendari, mulai dari sumber daya manusia, fasilitas pelayanan, alat kesehatan, layanan diagnostik, tindakan medis, hingga sistem pelaporan indikator pelayanan kanker.
Hasil evaluasi menunjukkan masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat, antara lain penambahan tenaga kesehatan bersertifikat di bidang onkologi, pembentukan tim registrasi kanker, penguatan layanan diagnostik, pemenuhan alat penunjang, serta peningkatan pelayanan terhadap empat jenis kanker prioritas nasional, yakni kanker paru, kanker payudara, kanker serviks, dan kanker kolorektal.
Selain melakukan evaluasi, Tim Pengampuan juga memaparkan rencana pelatihan sepanjang tahun 2027 sebagai bagian dari peningkatan kompetensi tenaga kesehatan di RSUD Kota Kendari.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama jajaran manajemen rumah sakit, dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke sejumlah unit pelayanan untuk melihat kesiapan fasilitas, sarana pendukung, serta implementasi layanan kanker di RSUD Kota Kendari.
Melalui Program Pengampuan Kanker ini, RSUD Kota Kendari diharapkan mampu memenuhi seluruh indikator pelayanan kanker sesuai standar Kementerian Kesehatan sehingga masyarakat Sulawesi Tenggara dapat memperoleh layanan onkologi yang semakin berkualitas, aman, komprehensif, dan mudah diakses.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Tim Pengampuan Kanker RSUP Dr. Sardjito yang terdiri atas dr. dr. Adin Trirahmanto, Sp.OG., Subsp. Onk., dr. Fahmi Indrati, Sp.PD., Subsp. G.E.H (K), dr. Seize Edhane Yanuartra, Sp.Onk.Rad., dan dr. Linggar Wikaningrum, Sp.PD. Kegiatan juga diikuti jajaran manajemen rumah sakit, dokter spesialis, tenaga kesehatan, serta pejabat struktural RSUD Kota Kendari. (**)












