Kendari, Sentralsultra.com – Lembaga Budaya Muna (LBM) menggelar Musyawarah Besar (Mubes) ke-IV di Hotel Claro Kendari, Senin, 18 Mei 2026. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Muna dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara.
Salah satu tokoh yang hadir dalam kegiatan itu yakni Dewan Pembina Lembaga Budaya Muna yang juga Bupati Muna Barat, La Ode Darwin. Kehadirannya mendapat sambutan hangat dari peserta Mubes yang terdiri dari tokoh adat, akademisi, pemuda, hingga masyarakat Muna dari berbagai Kabupaten dan Kota di Kota Kendari.
Dalam sambutannya, La Ode Darwin menegaskan dukungannya terhadap seluruh kegiatan masyarakat Muna, baik yang berada di Kota Kendari maupun di berbagai kabupaten dan provinsi lainnya.
Menurutnya, masyarakat Muna merupakan simbol kekuatan dan kerja keras yang selama ini telah banyak berkontribusi di berbagai sektor kehidupan, termasuk di Kota Kendari.
“Orang Muna itu masyarakat yang besar dan kuat. Kita bisa melihat bagaimana masyarakat Muna banyak bekerja keras di berbagai bidang, mulai dari buruh pelabuhan hingga profesi lainnya. Ini menandakan bahwa kita adalah suku yang memiliki daya juang tinggi,” ujar Darwin.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Muna untuk mulai bangkit dan bersatu demi kepentingan bersama serta kemajuan daerah Muna dan Muna Barat.
Darwin menyebut, saat ini banyak tokoh Muna yang telah berhasil menduduki posisi strategis, baik di legislatif maupun organisasi politik.
“Sekarang sudah banyak orang Muna yang menjadi anggota DPR RI, ada Umar Bonte, Ibu Rabia, Ridwan Bae, hingga Jaelani. Bahkan pimpinan partai politik di tingkat provinsi juga banyak diisi tokoh Muna. Ini menunjukkan kualitas dan kemampuan orang Muna sangat luar biasa,” katanya.
Selain itu, Darwin mengungkapkan bahwa masyarakat Muna kini memiliki sedikitnya 42 profesor, belum termasuk doktor dan magister yang tersebar di berbagai daerah.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Muna memiliki sumber daya manusia yang besar dan potensial untuk membangun daerah.
“Yang masih kurang dari kita adalah kesadaran untuk saling membantu dan saling mendukung. Banyak yang sukses, tetapi lupa dengan kampung halamannya. Padahal kita semua lahir dan besar dari perjuangan orang tua kita yang sebagian besar adalah petani,” ucapnya.
Darwin juga menyampaikan rencananya untuk mengundang para profesor asal Muna agar berkumpul dan berdiskusi terkait pembangunan Kabupaten Muna dan Muna Barat.
Ia berharap para akademisi tersebut dapat memberikan kontribusi pemikiran demi kemajuan masyarakat Muna di masa mendatang.
Dalam kesempatan itu, Darwin turut menegaskan bahwa dirinya masih fokus memimpin Kabupaten Muna Barat dan belum memikirkan agenda politik lain di luar tugasnya sebagai kepala daerah.
“Saya masih fokus memimpin Kabupaten Muna Barat untuk periode berikutnya. Jadi jangan ada asumsi bahwa kegiatan seperti ini untuk kepentingan politik tertentu. Mari kita jadikan forum ini sebagai wadah memperkuat persatuan masyarakat Muna,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat Muna untuk terus menjaga kebersamaan dan mendukung pembangunan daerah agar Muna dan Muna Barat mampu sejajar dengan daerah lain di Sulawesi Tenggara. (**)












