POLITIK

Tahir Lakimi Disorot soal Polemik Kursi Ketua DPRD Sultra, Terima Kritik sebagai Bahan Evaluasi Internal NasDem

0
×

Tahir Lakimi Disorot soal Polemik Kursi Ketua DPRD Sultra, Terima Kritik sebagai Bahan Evaluasi Internal NasDem

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Ilustrasi Dok: Rangkuman Sentralsultra

KENDARI, Sentralsultra.com – Polemik penempatan Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Tariala, di kursi belakang saat Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW Partai NasDem Sultra terus memicu sorotan dan kritik internal partai, Rabu (20/5/2026).

Kritik keras datang dari salah satu Dewan Pendiri Partai NasDem Sultra, Jurni. Ia menilai penataan dan komunikasi dalam agenda besar partai tersebut terkesan buruk dan mencederai etika politik di tubuh Partai NasDem.

Menurut Jurni, penempatan Ketua DPRD Sultra di bagian belakang bukan sekadar persoalan posisi duduk, tetapi menyangkut penghormatan terhadap kader dan pejabat partai.

“Ini bukan persoalan kursi semata. Ini soal penghormatan terhadap kader dan pejabat partai. Ketua DPRD Sultra itu simbol politik partai juga. Kalau sampai ditempatkan di belakang dalam agenda resmi partai, berarti ada yang tidak beres dalam komunikasi internal,” ujar Jurni.

Ia pun meminta Ketua DPW Partai NasDem Sultra, Ali Mazi, agar melakukan evaluasi terhadap Sekretaris DPW NasDem Sultra, Tahir Lakimi, yang dianggap bertanggung jawab atas teknis pelaksanaan kegiatan tersebut.

Jurni menilai kondusivitas dan kesuksesan agenda partai merupakan tanggung jawab panitia dan pengurus internal. Namun menurutnya, polemik penempatan kursi tersebut justru memicu kegaduhan di internal NasDem Sultra dan berpotensi merusak citra partai di mata publik.

“Pak Ali Mazi harus mereview serius persoalan ini. Jangan sampai orang-orang di sekitar beliau justru merusak citra partai dan citra beliau sendiri di mata kader,” tegasnya.

Menanggapi kritik tersebut, Tahir Lakimi mengaku terbuka dan menerima seluruh masukan dari sesama kader partai. Saat dihubungi wartawan Radar Kendari, Tahir mengatakan kritik internal merupakan bagian penting dalam membangun organisasi politik yang sehat.

“Tentu ini sangat membangun dan memberikan keterbukaan sesama kader untuk membangun partai,” ujar Tahir.

Ia menegaskan, kritik yang ditujukan kepadanya akan dijadikan bahan introspeksi dan evaluasi agar Partai NasDem Sultra dapat berjalan lebih baik ke depan.

“Ini bisa menjadi bahan evaluasi bagaimana membawa partai ini menjadi lebih baik lagi di Kota Kendari dan Sulawesi Tenggara. Kritik yang dilayangkan kepada saya, saya sangat terima. Ini hal yang harus dibiasakan karena tujuannya sangat baik, sesama kader NasDem saling mengingatkan,” tutupnya.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *