KENDARI, Sentralsultra.com – Pasca-terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-IV Lembaga Budaya Muna (LBM), La Ode Darwin bergerak cepat menyusun langkah strategis organisasi. Bupati Muna Barat yang kini resmi menakhodai paguyuban kebudayaan tersebut menegaskan, agenda prioritas terdekatnya adalah mematangkan persiapan menjelang perhelatan Silaturahmi Akbar Masyarakat Muna.
Langkah awal yang akan ditempuh dalam waktu dekat adalah menggelar rapat koordinasi bersama seluruh jajaran pengurus demisioner maupun formatur. Pertemuan akbar yang diproyeksikan menjadi momentum persatuan bersejarah tersebut rencananya bakal dipusatkan di Ibu Kota Provinsi, Kota Kendari, pada pertengahan tahun ini.
“Target awal saya adalah segera menggelar rapat koordinasi dengan teman-teman pengurus. Kita akan mengagendakan Silaturahmi Akbar Masyarakat Muna yang dipusatkan di Kota Kendari. Rencananya kegiatan ini dilaksanakan pasca-lebaran, prediksi kami sekitar tanggal 21 Juni mendatang,” ungkap La Ode Darwin kepada awak media usai kegiatan.
Kegiatan kolosal ini ditargetkan mampu mengonsolidasikan basis massa yang masif. Pihak panitia memproyeksikan perhelatan tersebut bakal dihadiri sedikitnya 10.000 hingga 20.000 lebih warga Muna yang berdomisili di berbagai wilayah di Sulawesi Tenggara, khususnya yang menetap di Kota Kendari.
Konsolidasi Total: Menghapus Sekat, Menjaga Marwah
Lebih jauh, politisi sekaligus birokrat ini menjelaskan bahwa Silaturahmi Akbar tersebut bukan sekadar seremoni seremonial atau ajang kumpul biasa. Momentum ini didesain sebagai gerakan konsolidasi total untuk merekatkan kembali ikatan emosional dan kultural masyarakat Muna.
Darwin berharap, di bawah bendera LBM, tidak ada lagi sekat-sekat geopolitik, polarisasi, maupun pengotakan kelompok yang selama ini berpotensi merenggangkan hubungan persaudaraan sesama warga Muna.
“Melalui agenda Silaturahmi Akbar ini, kita akan melakukan konsolidasi menyeluruh untuk mempersatukan orang Muna. Kita ingin pada saat pertemuan nanti, tidak ada lagi sekat kelompok-kelompok kecil. Kita murni bersatu dalam satu kekuatan besar, bahwa orang Muna hari ini dan ke depan, insyaallah akan selalu berdiri kokoh pada satu baris komando,” tegasnya dengan nada optimis.
Selain menjadi ajang rekonsiliasi dan persatuan, forum akbar tersebut juga akan dirangkaikan dengan prosesi pelantikan resmi kepengurusan LBM periode baru. Guna memberikan legitimasi yang kuat, Darwin menambahkan bahwa pihaknya berencana mengundang dan meminta kesediaan Gubernur Sulawesi Tenggara untuk melantik langsung jajaran pengurus yang terbentuk.
Restorasi Peran LBM: Wadah Akselerasi Ekonomi dan Adat
Menatap masa depan organisasi, Darwin berkomitmen membawa LBM bertransformasi menjadi lembaga yang dinamis, adaptif, dan solutif. LBM tidak boleh lagi dipandang sebelah mata sebagai lembaga yang hanya mengurusi aspek pelestarian tradisi masa lalu, melainkan harus mampu merespons tantangan zaman serta kebutuhan riil warganya.
“Lembaga Budaya Muna harus menjadi wadah pemersatu yang inklusif bagi seluruh orang Muna di mana pun berada. Ini menjadi tugas dan tanggung jawab saya ke depan, bagaimana lembaga ini mampu memfasilitasi berbagai kebutuhan masyarakat, baik dari penguatan sektor ekonomi, pelestarian budaya, penegakan adat istiadat, hingga aspek sosial lainnya,” urai Darwin.
Mengakhiri wawancaranya, ia menekankan bahwa amanah memimpin LBM merupakan sebuah tanggung jawab moral yang besar. Bagi Darwin, menjaga kehormatan kolektif daerah di atas segalanya.
“Yang paling esensial adalah komitmen saya untuk memaksimalkan seluruh potensi dalam menjaga martabat, marwah, dan kehormatan sebagai orang Muna. Siapa pun dan dalam bentuk tantangan bagaimanapun ke depan, menjaga harga diri kedisplinan kultural kita adalah tanggung jawab penuh saya sebagai Ketua Lembaga Budaya Muna,” pungkasnya secara diplomatis. (**)












