PEMPROV SULTRA

Pemprov Sultra Genjot Pertanian, Ratusan Alsintan Diguyurkan hingga Tambahan Cetak Sawah 24 Ribu Hektare

0
×

Pemprov Sultra Genjot Pertanian, Ratusan Alsintan Diguyurkan hingga Tambahan Cetak Sawah 24 Ribu Hektare

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa traktor roda dua (TR-2) dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara kepada salah satu kelompok tani. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan produktivitas pertanian serta dukungan terhadap petani dalam menghadapi tantangan pengolahan lahan dan ketahanan pangan. Dok: Ist/Sentralsultra.com.

Kendari, Sentralsultra.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) terus memperkuat sektor pertanian melalui intensifikasi komunikasi dan koordinasi dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Upaya yang dipimpin langsung Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, mulai menunjukkan hasil dengan diguyurkannya ratusan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada para petani di wilayah tersebut.

Sepanjang tahun 2025, Sultra menerima berbagai bantuan alsintan, di antaranya Traktor Roda 2 (TR-2) sebanyak 100 unit, Traktor Roda 4 (TR-4) sebanyak 52 unit, 10 unit combine harvester, 25 unit pompa air berukuran tiga inci, serta tiga unit drone pertanian untuk mendukung pemupukan dan pengendalian hama.

Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra terus menggencarkan distribusi alsintan tersebut sejak 2025 hingga 2026. Penyaluran terbaru dilakukan ke Kabupaten Konawe dan Kolaka Timur pada Sabtu, 4 April 2025, dipimpin langsung oleh Kepala Distanak Sultra, Prof. Muhammad Taufik.

Sebanyak empat kelompok tani menerima bantuan TR-2, masing-masing satu kelompok tani di Kabupaten Konawe dan tiga kelompok tani di Kabupaten Kolaka Timur. Selain itu, enam kelompok tani di Kolaka Timur, khususnya di Desa Wia-Wia dan Desa Tokai yang terdampak kekeringan ekstrem, mendapatkan bantuan pompa air sebagai langkah mitigasi dini untuk mencegah gagal panen.

Memasuki awal triwulan kedua tahun 2026, Gubernur Sultra kembali berhasil mendatangkan tambahan 40 unit TR-2. Tak hanya itu, pemerintah pusat juga memberikan tambahan program cetak sawah seluas 10 ribu hektare yang disampaikan langsung oleh Menteri Pertanian, Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, MP.
Dengan tambahan tersebut, total program cetak sawah di Sultra kini mencapai 24.050 hektare.

Distribusi alsintan dilakukan secara proporsional kepada kelompok tani berdasarkan luas lahan baku sawah (LBS) yang dimiliki. Seluruh bantuan alsintan tersebut berstatus pinjam pakai, sehingga dapat digunakan secara bergilir oleh kelompok tani lain setelah masa tanam atau standing crop selesai.

“Alsintan ini tidak dimiliki secara permanen oleh satu kelompok tani saja. Jika penggunaannya telah selesai, maka dapat dimanfaatkan oleh kelompok lain di wilayah tersebut. Penyalurannya juga tidak dipungut biaya apapun,” ujar Prof. Muhammad Taufik, Senin, 6 April 2026.

Program alsintan ini menjadi bagian dari strategi Pemprov Sultra dalam memperkuat infrastruktur pertanian sekaligus meningkatkan efisiensi produksi. Traktor roda dua dan roda empat diharapkan mampu mempercepat pengolahan lahan, sementara pompa air menjadi solusi cepat bagi petani yang menghadapi kekeringan.

Selain itu, penggunaan combine harvester diharapkan dapat mempercepat proses panen sehingga mengurangi potensi kerugian akibat keterlambatan. Adapun pemanfaatan drone menjadi inovasi dalam modernisasi pertanian, khususnya dalam aplikasi pemupukan dan perawatan tanaman secara lebih efisien.

“Sesuai arahan Bapak Gubernur, pembangunan sektor pertanian harus berbasis solusi dan teknologi. Bantuan ini merupakan bukti komitmen pemerintah provinsi untuk selalu hadir mendampingi petani dalam kondisi apa pun,” pungkasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *