Kendari, Sentralsultra.com – Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti pelaksanaan tablig akbar yang menghadirkan pendakwah nasional, Ustaz Abdul Somad (UAS), di Jalan Subsidi, Perumahan Bukit Griya Celebes Blok B 789, Kelurahan Lepo-Lepo, Kota Kendari, Minggu malam (5/4/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Unaha Bhakti Persada Group tersebut dirangkaikan dengan momentum Halal Bihalal bertema “Satukan Tangan, Satukan Hati, dan Saling Memaafkan di Hari yang Fitri”. Ribuan jemaah memadati lokasi acara yang mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat untuk mengikuti tausiyah dai kondang tersebut.
Dalam sambutannya, perwakilan manajemen Unaha Bhakti Persada Group, Ir. Afdhal, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran UAS di tengah padatnya agenda dakwah. Ia menilai kehadiran UAS menjadi kehormatan tersendiri bagi panitia dan masyarakat Kendari.
“Ini adalah kebahagiaan sekaligus kebanggaan bagi kami. Ustaz Abdul Somad telah memberikan kontribusi besar dalam syiar Islam, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga hingga mancanegara,” ujar Afdhal.
Ia berharap tausiyah yang disampaikan mampu menjadi penyejuk hati serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat kepada Allah SWT. Selain itu, kegiatan ini diharapkan menjadi ladang amal jariyah sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Memasuki sesi inti, UAS menyampaikan tausiyah dalam suasana hangat, santun, dan penuh keakraban. Ia turut menyapa sejumlah tokoh yang hadir, termasuk tuan rumah Ir. Afdhal dan Ibu Selin, serta para pejabat dari berbagai instansi.
Dalam ceramahnya, UAS mengulas makna tema “Satukan Tangan” sebagai simbol pentingnya berjabat tangan dalam mempererat silaturahmi dan saling memaafkan antar sesama Muslim. Ia mengutip dalil bahwa dua orang Muslim yang bertemu dan bersalaman akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT.
“Bersalaman bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki nilai spiritual yang tinggi dalam memperkuat persaudaraan,” jelasnya.
UAS juga mengapresiasi kesabaran jemaah yang telah menunggu selama kurang lebih tiga setengah jam demi mengikuti tausiyah secara langsung.
Dalam kesempatan itu, ia turut menyampaikan pesan inklusif agar umat Islam senantiasa menjaga hubungan baik dengan sesama tanpa memandang latar belakang. Namun demikian, ia juga menjelaskan secara bijak alasan dirinya tidak bersalaman dengan perempuan, sebagai bentuk kehati-hatian untuk menghindari fitnah, terlebih di era media sosial yang rawan disalahartikan.
Tausiyah tersebut ditutup dengan gaya khas UAS yang diselingi humor ringan, menggambarkan bagaimana sebuah tindakan sederhana dapat menjadi viral akibat potongan narasi yang tidak utuh di media sosial.
Kegiatan tablig akbar ini berlangsung tertib dan lancar hingga akhir acara. Diharapkan, momentum Halal Bihalal ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga membawa keberkahan serta dampak positif bagi kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat Kota Kendari. (**)













