PEMPROV SULTRA

Pemprov Sultra Gelar Gerakan Pangan Murah di Ramadan Sultra Fest, Gubernur ASR Tekankan Stabilitas Harga

0
×

Pemprov Sultra Gelar Gerakan Pangan Murah di Ramadan Sultra Fest, Gubernur ASR Tekankan Stabilitas Harga

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Gubernur Sultra Andi Sumangerukka berdialog dengan pedagang dan masyarakat saat meninjau harga serta ketersediaan beras dalam kegiatan inspeksi mendadak (sidak) bahan pokok di salah satu lokasi perniagaan di Kendari, Rabu (4/3/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri. Dok: Sentralsultra.com

Kendari, Sentralsultra.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) menghadirkan Gerakan Pangan Murah (GPM) di area parkiran Eks-MTQ Kendari, Rabu (4/3/2026), sebagai langkah antisipasi terhadap potensi lonjakan harga bahan pokok selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Grand Opening Ramadan Sultra Fest sekaligus peluncuran layanan digital Anoa Link yang digelar oleh Bank Sultra. Ramadan Sultra Fest sendiri telah dimulai sejak soft opening pada 21 Februari 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 15 Maret 2026.Dalam sambutannya, Andi Sumangerukka menyampaikan bahwa setiap memasuki bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri, permintaan bahan pokok cenderung mengalami peningkatan yang berpotensi memicu kenaikan harga jika tidak diantisipasi secara tepat.

“Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu langkah konkret dan strategis dalam menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi daerah, serta melindungi daya beli masyarakat,” ujar Gubernur.

Sebelum pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, Gubernur juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga bahan pokok di sejumlah titik perdagangan di Kendari. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan dan kondisi riil harga bahan pokok di lapangan tetap terkendali selama Ramadan.

Menurutnya, stabilitas harga pangan merupakan fondasi penting bagi ketahanan ekonomi daerah. Karena itu, pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

“Upaya ini membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, perbankan, pelaku usaha, distributor, maupun masyarakat, untuk memastikan stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, turut diluncurkan layanan Anoa Link sebagai bagian dari transformasi digital Bank Sultra dalam memperluas akses transaksi serta mendukung peningkatan inklusi keuangan di daerah.

Selain itu, Gubernur juga menyerahkan berbagai bentuk dukungan kepada masyarakat, di antaranya beasiswa bagi 50 siswa-siswi madrasah berprestasi dengan total nilai Rp100 juta, santunan kepada 50 hafiz Al-Qur’an, serta penyerahan sertifikat halal kepada 114 pelaku UMKM dan juru sembelih hewan dari rumah potong hewan.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan ekosistem halal, pengembangan ekonomi syariah, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dan daya saing usaha lokal di Sulawesi Tenggara.

Melalui berbagai program tersebut, Gubernur berharap komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat dapat terus terjaga, sejalan dengan visi pembangunan daerah yang maju, aman, sejahtera, dan religius. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *