Kendari, Sentralsultra.com – Koperasi Desa Merah Putih Awunio mencatat sejarah baru dengan melepas ekspor perdana komoditas arang tempurung kelapa sebanyak 50 ton dari Pelabuhan Kendari menuju Kota Xiamen, Sabtu (21/2/2026). Ekspor tersebut menghasilkan nilai devisa sekitar Rp734.500.000 dan menjadikan Kendari sebagai Koperasi Desa Merah Putih kedua di Indonesia yang berhasil melakukan ekspor serta yang pertama di kawasan Indonesia Timur.
Keberhasilan ini dinilai sejalan dengan arah pembangunan nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat kemandirian ekonomi, mendorong ekonomi kreatif dan ekonomi hijau, memperluas lapangan kerja, serta melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri. Pengembangan ekonomi dari desa disebut menjadi strategi penting dalam pemerataan pembangunan dan pengentasan kemiskinan.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Kendari, Taufik Sapto Harsono, menyampaikan bahwa capaian tersebut menunjukkan peluang ekspor langsung komoditas non-tambang dari Sulawesi Tenggara semakin terbuka. Menurutnya, melalui sinergi lintas pihak, pendampingan teknis, dan komitmen bersama, koperasi desa mampu tampil sebagai pelaku utama dalam rantai pasok global.
Dalam proses ekspor ini, Bea Cukai Kendari turut memberikan asistensi dan pendampingan kepada eksportir untuk memastikan kelancaran administrasi, pemenuhan ketentuan kepabeanan, serta peningkatan kapasitas ekspor berbasis potensi lokal. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat posisi produk unggulan Sulawesi Tenggara di pasar internasional.
Ke depan, keberhasilan ekspor perdana ini diharapkan menjadi motivasi bagi koperasi desa lain di Sulawesi Tenggara untuk mengembangkan komoditas unggulan lokal dan menembus pasar global, sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat dari desa menuju kemandirian yang berkelanjutan. (**)












