Kendari, Sentralsultra.com – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara (Dikbud Sultra), Prof. Aris Badara, memastikan kasus dugaan perundungan (bullying) yang terjadi di SMA 4 Kendari telah diselesaikan dengan baik. Hal tersebut disampaikannya dalam rapat koordinasi bersama kepala sekolah se-Sultra, Rabu (11/2/2026).
“Kasus di SMA 4 Kendari seluruhnya sudah selesai secara baik. Kami sudah melakukan komunikasi dan koordinasi,” ujar Prof. Aris.
Sebagai langkah preventif, Dikbud Sultra bakal menggandeng psikolog dari Universitas Halu Oleo (UHO) untuk memberikan edukasi psikologis di sekolah-sekolah. Program tersebut dalam waktu dekat akan direalisasikan dengan skema yang tengah disusun.

Tak hanya itu, jajaran Dikbud juga turun langsung memberikan perhatian kepada siswa terdampak dan orang tua mereka. Pendekatan persuasif dilakukan guna memastikan kondisi psikologis siswa tetap terjaga.
“Kami memberikan atensi khusus kepada anak-anak yang terdampak, termasuk mengunjungi rumah dan berkomunikasi dengan orang tua,” jelasnya.
Dikbud Sultra juga telah mengirimkan surat edaran terkait pemanfaatan telepon genggam di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya pencegahan perundungan dan kekerasan. Sekolah-sekolah disebut telah merespons kebijakan tersebut dengan baik.
Selain itu, pemetaan potensi kerawanan bullying dan kekerasan di sekolah telah dilakukan sejak tahun sebelumnya dan akan terus diperkuat pada 2026. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Dikbud Sultra dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak.
Prof. Aris menegaskan, meski menghadapi keterbatasan anggaran, pihaknya tetap berupaya maksimal meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Sulawesi Tenggara melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat. (**)












