HUKUM

Keluarga Protes Prosedur Penangkapan, Warga Kendari Diduga Dipukul Oknum Polisi Saat Diamankan

0
×

Keluarga Protes Prosedur Penangkapan, Warga Kendari Diduga Dipukul Oknum Polisi Saat Diamankan

Sebarkan artikel ini

Kendari, Sentralsultra.com – Seorang warga Kota Kendari bernama La Ode Amrin ditangkap sejumlah Aparat Kepolisian pada Selasa malam, 2 Desember 2025, di kawasan Caddi, Kota Kendari. Namun, proses penangkapan tersebut memicu protes keras dari pihak keluarga yang menilai tindakan Oknum Polisi tidak sesuai prosedur dan disertai dugaan kekerasan.

Menurut keterangan saudara korban, La Ode Muh. Ardan, sejumlah anggota kepolisian diduga melakukan pemukulan terhadap Armin saat proses penangkapan berlangsung. Tindakan itu, kata Ardan, menyebabkan korban mengalami luka serta trauma akibat perlakuan yang dianggap tidak manusiawi.

La Ode Amrin Korban penganiayaan oknum polisi

“Kami tidak menolak proses hukum jika memang ada persoalan. Namun cara penangkapannya yang kami persoalkan. Korban dipukul, diseret, dan itu sama sekali tidak layak dilakukan,” ujar Ardan saat ditemui, Sabtu 6 Desember 2025.

Keluarga menilai tindakan tersebut melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) penangkapan, yang seharusnya dilakukan secara profesional, proporsional, dan tanpa kekerasan, kecuali dalam kondisi tertentu yang benar-benar memerlukan tindakan tegas.Atas kejadian tersebut, keluarga melalui kuasa hukum La Ode Sardin, SH telah melaporkan oknum polisi yang diduga terlibat ke Propam Polda Sulawesi Tenggara (Polda Sultra). Sardin berharap laporan ini segera ditindaklanjuti dan Polda Sultra memberikan klarifikasi resmi kepada publik.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan lengkap terkait dugaan penggunaan kekerasan dalam penangkapan tersebut.

La Ode Sardin menegaskan bahwa proses hukum terhadap Armin tetap harus berjalan sesuai ketentuan, namun menuntut agar oknum anggota yang diduga melakukan pelanggaran turut diperiksa dan diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Peristiwa ini juga menyita perhatian warga sekitar yang menyaksikan langsung momen penangkapan. Mereka berharap aparat kepolisian dapat mengedepankan pendekatan humanis dan menghindari tindakan berlebihan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (**)  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *