Kendari, Sentralsultra.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra), melalui Sekretariat Daerah resmi menjadwalkan pelaksanaan Safari Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara di 17 kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara.
Penjadwalan tersebut tertuang dalam Surat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara Nomor 000.1.5/921 tertanggal 10 Februari 2026 tentang Jadwal Pelaksanaan Safari Ramadhan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Tahun 1447 H/2026 M.
Kegiatan Safari Ramadhan ini digelar sebagai upaya mensyiarkan nilai-nilai keagamaan sekaligus mempererat silaturahmi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dengan pemerintah kabupaten/kota serta masyarakat di seluruh wilayah Sultra.
Rangkaian kegiatan yang direncanakan meliputi buka puasa bersama, shalat Isya dan Tarawih berjamaah, serta penyampaian sambutan dan arahan dari Gubernur maupun Wakil Gubernur.
Berdasarkan jadwal, Safari Ramadhan Gubernur Sulawesi Tenggara akan dilaksanakan di Kota Kendari, Kabupaten Buton Utara, Kabupaten Wakatobi, Kabupaten Buton, Kabupaten Buton Selatan, Kota Baubau, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Muna Barat, Kabupaten Muna, dan Kabupaten Konawe Kepulauan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara dijadwalkan menggelar Safari Ramadhan di Kota Kendari, Kabupaten Kolaka Utara, Kabupaten Kolaka, Kabupaten Kolaka Timur, Kabupaten Konawe, Kabupaten Konawe Utara, Kabupaten Bombana, dan Kabupaten Konawe Selatan.
Safari Ramadhan tahun ini merupakan Ramadhan kedua bagi Gubernur dan Wakil Gubernur sejak dilantik pada Februari 2025. Pada Ramadhan sebelumnya, Gubernur melaksanakan Safari Ramadhan di wilayah daratan, sedangkan Wakil Gubernur di wilayah kepulauan. Tahun ini pola tersebut ditukar, di mana Gubernur dijadwalkan mengunjungi wilayah kepulauan, sementara Wakil Gubernur fokus pada wilayah daratan.
Pemprov Sultra juga mengingatkan bahwa jadwal yang telah disusun dapat sewaktu-waktu berubah menyesuaikan dengan agenda kedinasan Gubernur dan Wakil Gubernur.
Safari Ramadhan diharapkan menjadi momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, serta menyerap aspirasi langsung dari warga di berbagai daerah di Sulawesi Tenggara. (**)












