KENDARI, Sentralsultra.com – Proyek pembangunan pedestrian di kawasan eks-MTQ Kota Kendari yang dimulai pada Tahun Anggaran 2024 kini telah rampung dan mulai dimanfaatkan oleh masyarakat. Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mempercantik estetika kota sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur bagi pejalan kaki.
Sejak resmi dibuka, kawasan tersebut langsung menarik perhatian warga. Jalur pedestrian yang tertata rapi kini dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas, mulai dari olahraga ringan, berjalan santai, hingga menjadi ruang berkumpul bersama keluarga dan kerabat, terutama pada sore hingga malam hari.
Pengerjaan proyek ini dilakukan melalui proses yang terstruktur dan pengawasan berlapis. Pada tahap awal, Inspektorat melakukan peninjauan terhadap penyesuaian harga serta spesifikasi teknis guna memastikan proyek berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Selanjutnya, proses dilanjutkan ke Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) hingga tahap penandatanganan kontrak yang dilaksanakan pada Agustus 2024. Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam menjamin transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan proyek.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Almulna Mande, menyampaikan bahwa kehadiran pedestrian di kawasan eks-MTQ memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kawasan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan kini bertransformasi menjadi titik kumpul baru yang lebih nyaman dan representatif.
“Masyarakat kini memiliki ruang terbuka yang layak untuk berolahraga maupun sekadar bersantai menikmati suasana kota,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Di tengah tingginya antusiasme warga, sempat muncul kekhawatiran terkait adanya genangan air di sekitar lokasi pedestrian. Namun, pihak terkait menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan disebabkan oleh struktur pembangunan pedestrian, melainkan adanya penyempitan pada sistem drainase di kawasan tersebut.
Sebagai langkah penanganan, pemerintah telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk melakukan pengerukan sedimen di hilir Sungai Korumba. Selain itu, ekskavator amfibi juga dikerahkan guna mempercepat proses normalisasi aliran air.
Upaya tersebut diharapkan mampu mengatasi persoalan genangan sekaligus menjaga kenyamanan masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas publik tersebut.
Pemerintah daerah pun berharap keberadaan pedestrian eks-MTQ dapat menjadi ikon baru Kota Kendari yang tidak hanya memperindah wajah kota, tetapi juga meningkatkan kualitas ruang publik bagi masyarakat.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk turut menjaga kebersihan dan fasilitas yang tersedia agar tetap terawat dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. (**)










