Konawe Utara, Sentralsultra.com – Malam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Konawe Utara berlangsung semarak. Artis papan atas tanah air, Nela Kharisma dan DJ Panda, sukses menghibur ribuan masyarakat pada acara Penutupan Festival Konasara Tahun 2026, yang digelar meriah dan penuh antusiasme.
Sejak naik ke atas panggung, Nela Kharisma mampu membius penonton dengan lagu-lagu populernya. Suasana semakin pecah saat DJ Panda tampil menghidupkan malam dengan alunan musik energik yang membuat lautan manusia bergoyang bersama. Kemeriahan kian terasa ketika petugas Pemadam Kebakaran Konawe Utara menyemprotkan air ke arah penonton, yang justru disambut sorak sorai dan jogetan semakin semangat dari para pengunjung.
Tak hanya masyarakat, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forkopimda, hingga pimpinan daerah turut larut dalam kemeriahan. Bahkan Bupati Konawe Utara H. Ikbar, SH., MH, bersama Wakil Bupati H. Abuhaera, tampak ikut bergoyang, menambah keakraban antara pemimpin dan masyarakat.
Sebelum penampilan dua artis papan atas tersebut, Bupati Konawe Utara secara resmi menutup rangkaian Festival Konasara 2026. Prosesi penutupan turut dihadiri Ketua Dekranasda Konawe Utara Hj. Wisra Wasta Wati, Ketua DPRD Konut, Forkopimda, pimpinan BUMN, BUMD, BUMS, tokoh masyarakat, tokoh pembangunan Ruksamin, serta masyarakat dari berbagai kecamatan di Konawe Utara.
Dalam sambutannya, Bupati Ikbar mengajak seluruh masyarakat menjadikan Konawe Utara sebagai rumah bersama, tempat setiap warga merasa aman, dihargai, dan memiliki harapan akan masa depan yang lebih baik.
“Identitas Konawe Utara bukan hanya tentang wilayah darat, pesisir, dan kepulauan, tetapi tentang orang-orangnya: yang ramah, gotong royong, ulet bekerja, menjaga adat, dan terbuka pada perubahan,” ujar Ikbar.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan selama 19 tahun terakhir tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari terjaganya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah serta kuatnya kepercayaan antar sesama warga.
Menurutnya, tantangan ke depan semakin kompleks seiring perubahan iklim, perkembangan teknologi, dan transformasi ekonomi global. Oleh karena itu, masa depan Konawe Utara harus dipersiapkan sejak sekarang melalui kolaborasi erat antara pemerintah dan masyarakat.
“Pemerintah hanya memimpin arah, tetapi rakyatlah yang menggerakkan perahu pembangunan ini,” tegasnya.
Penutupan Festival Konasara 2026 pun menjadi simbol kebersamaan dan optimisme, menandai semangat masyarakat Konawe Utara untuk terus bergerak maju, sejahtera, dan berdaya saing. (**)












