BISNISKENDARI

Nasabah Keluhkan ATM BRI Unit Ahmad Yani Kendari Kerap Rusak dan Kosong Saldo Usai Jam Operasional

0
×

Nasabah Keluhkan ATM BRI Unit Ahmad Yani Kendari Kerap Rusak dan Kosong Saldo Usai Jam Operasional

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

Kendari, Sentralsultra.com – Sejumlah nasabah mengeluhkan kondisi mesin ATM milik Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Ahmad Yani, Kelurahan Wua-wua, Kecamatan Wua-wua, Kota Kendari, yang disebut kerap mengalami gangguan atau kehabisan uang tunai setelah jam operasional kantor berakhir.

Keluhan tersebut disampaikan salah seorang nasabah kepada Sentralsultra.com pada Rabu (18/2/2026). Ia mengaku kesulitan melakukan penarikan tunai pada malam hari karena mesin ATM di lokasi tersebut sering tidak berfungsi atau tidak tersedia uang tunai (Saldo Kosong).

“Pernah terjadi setelah orang kantor pulang, tiba-tiba mesin ATM rusak atau tidak ada uangnya. Ini membuat kami kesulitan mengambil uang,” ujar nasabah yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius manajemen bank, mengingat layanan ATM merupakan kebutuhan vital masyarakat, terutama di luar jam kerja. Para nasabah berharap pihak BRI Cabang Kendari dapat mengevaluasi pelayanan ATM di Unit Ahmad Yani agar tidak merugikan pengguna.

Selain itu, sebagian nasabah juga mempertanyakan keberadaan sejumlah agen BRI Link di sekitar kantor unit tersebut. Namun dugaan adanya keterkaitan antara gangguan ATM dan aktivitas agen BRI Link belum dapat dipastikan dan diharapkan dapat ditelusuri oleh pihak terkait.

“BRI Link memang banyak di Kota Kendari, tapi kami berharap ATM di bank sendiri tetap berfungsi dengan baik dan tidak sering kosong atau rusak,” tambah nasabah lainnya.

Nasabah juga berharap pengawasan dari Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara untuk memastikan standar layanan perbankan tetap terjaga. Mereka meminta BRI Cabang Kendari melakukan evaluasi internal guna menjamin ketersediaan uang tunai dan keandalan mesin ATM di luar jam operasional.

Di tempat terpisah, Kepala Unit BRI Unit Ahmad Yani Kendari, Handi, memberikan klarifikasi terkait keluhan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pengelolaan pengisian kas dan perawatan mesin ATM tidak berada di bawah tanggung jawab langsung unit kerjanya karena telah dialihkan kepada vendor yang berkoordinasi dengan kantor cabang.

“Untuk pengisian ATM itu bukan di kami karena sudah menggunakan vendor. Pengelolaannya di cabang, sehingga kami di unit tidak mengelola ATM secara langsung,” jelas Handi saat dikonfirmasi, Kamis 19 Februari 2026.

Terkait dugaan keterkaitan dengan agen BRI Link, Handi menegaskan tidak ada hubungan khusus ataupun unsur kesengajaan dalam kondisi ATM tersebut. Menurutnya, agen BRI Link justru membantu pelayanan masyarakat tanpa batasan wilayah.

Handi menambahkan, jika terjadi gangguan atau kekosongan kas pada mesin ATM, pihak unit tetap melaporkan ke vendor sesuai prosedur. Petugas keamanan juga dilibatkan untuk menyampaikan laporan kondisi di lapangan.

Ia mengimbau nasabah yang mengalami kendala transaksi segera berkoordinasi dengan pihak unit kerja setempat agar dapat ditindaklanjuti.

“Nasabah yang komplain sebaiknya langsung menyampaikan ke kami, kapan transaksinya dan apa kendalanya, supaya bisa kami cocokkan dengan laporan bank dan kami dorong vendor segera melakukan penanganan,” tutupnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *