KABUPATEN MUNA

Aktivis Muna Dorong Realisasi Program Listrik, Ingatkan Bupati Jangan Berhenti pada Janji

0
×

Aktivis Muna Dorong Realisasi Program Listrik, Ingatkan Bupati Jangan Berhenti pada Janji

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

Muna, Sentralsultra.com – Aktivis muda Muna, Aswan Tingarai, menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna di bawah kepemimpinan Bupati Bachrun Labuta dalam menghadirkan listrik di wilayah-wilayah yang selama ini belum pernah teraliri. Namun, ia menegaskan bahwa dukungan masyarakat harus dibayar dengan kerja nyata, bukan sekadar janji politik.

Menurut Aswan, sebagai kepala daerah, Bupati Muna memikul tanggung jawab besar untuk memastikan kebijakan yang diambil benar-benar menyentuh kebutuhan dasar rakyat. “Listrik adalah hak mendasar sekaligus instrumen kemajuan. Pemenuhannya akan menjadi tolak ukur keberhasilan kepemimpinan di tingkat daerah,” tegasnya, Selasa (26/8/2025).

Ia menekankan, langkah Bupati menghadirkan listrik di tiga desa harus diwujudkan, bukan hanya sebatas wacana. “Jangan sampai masyarakat hanya disuguhi kata-kata manis tanpa bukti nyata. Keberhasilan ini akan menjadi cermin sejauh mana seorang pemimpin serius memperjuangkan kepentingan rakyatnya,” ujarnya.

Aswan menambahkan, listrik tidak semata soal teknis, melainkan simbol hadirnya negara di tengah rakyat. Dengan listrik, desa-desa akan memperoleh energi bagi pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga ruang produktifitas generasi muda.

“Bupati jangan berhenti pada deklarasi. Yang dibutuhkan masyarakat adalah implementasi nyata. Kalau listrik benar-benar masuk, rakyat akan merasakan langsung manfaat kepemimpinan yang visioner,” tambahnya.

Diketahui, tahun 2025 ini tiga desa di wilayah Muna Timur yakni Desa Bakealu (Wakorumba Selatan), Desa Kogholifano, dan Desa Labulawa (Pasir Putih) akan segera teraliri jaringan listrik. Program tersebut masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 dengan alokasi Rp26,6 miliar untuk 483 titik sambungan.

Aswan menegaskan dirinya bersama masyarakat akan terus mengawal realisasi program ini. Ia mengingatkan, sejarah akan mencatat apakah seorang pemimpin benar-benar bekerja untuk rakyat atau hanya pandai merangkai retorika.

“Bupati Muna harus menjadikan program listrik ini sebagai bukti nyata, bukan janji kosong. Rakyat sudah terlalu lama menunggu, kini saatnya pemimpin menunjukkan bahwa ia hadir bukan untuk berbicara, melainkan untuk bekerja,” pungkasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *