Konsel, Sentralsultra.com – Tokoh Pemuda Konawe Selatan, Awaludin Sisila, mengajak seluruh pihak untuk menyikapi dinamika yang berkembang terkait aktivitas PT Wijaya Inti Nusantara (PT WIN) di Desa Torobulu secara objektif, proporsional, dan mengedepankan pendekatan solusi demi menjaga stabilitas sosial masyarakat serta keberlangsungan aktivitas ekonomi daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Awaludin usai melakukan peninjauan lapangan dan berdialog langsung dengan sejumlah masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Dari hasil pengamatan dan investigasi lapangan yang dilakukannya, Awaludin menilai persoalan yang berkembang perlu dilihat secara menyeluruh dan tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial.
“Saya melihat langsung kondisi di lapangan dan berbicara dengan masyarakat sekitar. Memang ada beberapa hal yang perlu terus dievaluasi dan dibenahi bersama, tetapi kita juga harus melihat persoalan ini secara utuh dan tidak hanya dari satu sisi,” ujar Awaludin, Selasa (20/5/2026).
Menurutnya, pada sejumlah titik operasional yang menjadi perhatian masyarakat, perusahaan masih menjalankan pengawasan aktivitas lapangan, termasuk pengaturan jalur kendaraan operasional serta pengendalian area kerja tertentu.
Meski demikian, Awaludin mendorong PT WIN agar terus memperkuat langkah mitigasi operasional dan pengawasan lingkungan.
Beberapa langkah yang dinilai perlu diperkuat di antaranya penataan area kerja yang berdekatan dengan aktivitas masyarakat, pengendalian debu melalui penyiraman jalan operasional, penguatan sistem drainase, hingga evaluasi berkala pada titik-titik yang menjadi perhatian warga.
“Saya kira langkah pengawasan dan pembenahan operasional memang perlu terus diperkuat agar masyarakat merasa lebih nyaman dan situasi sosial tetap kondusif,” katanya.
Selain aspek pengawasan lingkungan, Awaludin juga menilai keberadaan aktivitas perusahaan turut memberikan dampak ekonomi bagi sebagian masyarakat di wilayah lingkar tambang. Berdasarkan dialog yang dilakukan di lapangan, terdapat warga lokal yang terlibat dalam aktivitas operasional sebagai tenaga kerja lapangan, pengemudi lokal, tenaga pendukung operasional, hingga pelaku usaha kecil yang melayani kebutuhan harian pekerja.
“Ada masyarakat yang memperoleh penghasilan dari aktivitas operasional perusahaan, baik melalui pekerjaan langsung maupun aktivitas usaha kecil di sekitar wilayah operasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejumlah pelaku usaha masyarakat juga mengaku mengalami peningkatan aktivitas usaha sejak operasional perusahaan berjalan, terutama pada sektor warung makan, kebutuhan harian, jasa kendaraan, dan kebutuhan logistik lapangan. Namun demikian, ia menilai keterlibatan usaha masyarakat masih perlu diperluas agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih merata.
“Ke depan perusahaan perlu terus memperkuat keterlibatan masyarakat lokal dalam aktivitas usaha maupun kebutuhan operasional perusahaan,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Awaludin turut menyoroti beredarnya sejumlah video yang sebelumnya memicu perhatian publik.
Berdasarkan hasil investigasi lapangan dan informasi yang diperoleh dari warga sekitar, video tersebut disebut diambil saat proses penggalian untuk pembangunan talud dan bukan menggambarkan kondisi terkini aktivitas pertambangan.
Ia menjelaskan, aktivitas perusahaan saat ini lebih mengarah pada proses penutupan dan perataan bekas galian tambang. Dari hasil pemantauan langsung di lapangan, dirinya mengaku tidak menemukan kondisi yang mengarah pada ancaman serius maupun potensi membahayakan masyarakat sekitar.
“Setelah dilakukan pengecekan langsung dan berdasarkan fakta lapangan, kondisi yang berkembang saat ini berbeda dengan narasi yang sempat beredar sebelumnya,” jelasnya.
Sebagai mahasiswa yang mengedepankan nilai-nilai gerakan dan kajian objektif, Awaludin menilai setiap persoalan sebaiknya disikapi melalui data valid, investigasi lapangan, dan dialog terbuka, bukan sekadar asumsi atau opini sepihak.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah setempat agar setiap persoalan dapat diselesaikan melalui pendekatan konstruktif dan dialog yang sehat.
“Jangan sampai persoalan berkembang karena minimnya komunikasi. Semua pihak perlu mengedepankan dialog dan saling memahami,” tegasnya.
Menurut Awaludin, berbagai informasi yang diperoleh di lapangan menunjukkan bahwa keberadaan PT WIN turut memberikan kontribusi terhadap aktivitas ekonomi masyarakat sekitar, mulai dari meningkatnya daya jual hasil usaha warga, penyerapan tenaga kerja lokal, pemberdayaan masyarakat, hingga bantuan sosial yang dirasakan langsung oleh warga.
Karena itu, ia berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan tidak membangun kesimpulan sepihak tanpa melihat langsung kondisi di lapangan maupun melalui mekanisme evaluasi yang objektif.
“Harapan kita tentu bagaimana masyarakat tetap merasa nyaman, pengawasan lingkungan terus diperkuat, dan aktivitas ekonomi masyarakat juga tetap berjalan dengan baik,” tutupnya. (**)












