PEMPROV SULTRA

Bank Sultra Salurkan Bantuan Rp200 Juta untuk Operasional MUI Sultra

0
×

Bank Sultra Salurkan Bantuan Rp200 Juta untuk Operasional MUI Sultra

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Bank Sultra menyerahkan bantuan dana operasional sebesar Rp200 juta kepada MUI Provinsi Sulawesi Tenggara dalam rangka mendukung program dan kegiatan MUI Sultra. Penyerahan bantuan berlangsung di Masjid Agung Al-Kautsar Kendari, bertepatan dengan Pengukuhan Pengurus MUI Sultra Masa Khidmat 2026–2031. Dok: Ist/Sentralsultra.com.

Kendari, Sentralsultra.com – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan kehidupan keagamaan dan pembinaan umat di Sulawesi Tenggara.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan sponsorship dana operasional sebesar Rp200 (dua ratus) juta kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Tenggara.

Penyerahan bantuan berlangsung di Masjid Agung Al-Kautsar Kota Kendari, Selasa (21/7/2026), bertepatan dengan momentum Pengukuhan Pengurus MUI Provinsi Sultra Masa Khidmat 2026–2031.

Pengurus MUI Sultra periode tersebut dikukuhkan langsung oleh Ketua MUI Bidang Dakwah, Drs. KH. Abdul Manan Gani, M.M.
Acara pengukuhan berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah pejabat daerah serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Tenggara.

Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Ketua DPRD Sultra, Kabinda Sultra, Danrem 143/Halu Oleo, Wakapolda Sultra, Wakajati Sultra, Kepala OJK Sultra, jajaran Forkopimda, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menegaskan bahwa MUI merupakan salah satu mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat persatuan dan menjaga kerukunan umat di Sulawesi Tenggara.

Ia berharap kepengurusan MUI Sultra Masa Khidmat 2026–2031 dapat menjalankan amanah dengan memperkuat dakwah Islam, merawat toleransi, serta berkontribusi dalam mendukung program pembangunan daerah.

Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga independensi lembaga keagamaan dari kepentingan politik praktis. Menurutnya, independensi tersebut diperlukan untuk mencegah terjadinya perpecahan dan polarisasi di tengah masyarakat.

Selain itu, ia menekankan agar rumah ibadah tetap difungsikan sebagai pusat pembinaan umat sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat persatuan dan perekat sosial.
MUI juga diharapkan dapat mengambil peran aktif dalam membentengi generasi muda dari berbagai ancaman sosial, seperti radikalisme, penyalahgunaan narkoba, hingga penyebaran informasi bohong atau hoaks.

Sejalan dengan arahan tersebut, Direktur Utama Bank Sultra Andri Permana Diputra Abubakar mengatakan bahwa dukungan yang diberikan Bank Sultra merupakan bagian dari sinergi berkelanjutan antara lembaga perbankan daerah, pemerintah, dan ulama dalam membangun Sulawesi Tenggara yang berkarakter, harmonis, dan sejahtera.

“Atas nama manajemen Bank Sultra, kami mengucapkan selamat atas pengukuhan Pengurus MUI Provinsi Sulawesi Tenggara Masa Khidmat 2026–2031. Kami menyadari betul betapa pentingnya peran ulama dan MUI sebagai pengayom serta perekat umat di daerah ini,” ujar Andri.

Ia menjelaskan, bantuan operasional sebesar Rp200 juta tersebut merupakan bentuk komitmen dan partisipasi aktif Bank Sultra dalam mendukung kelancaran program kerja serta operasional MUI Sultra.

“Kami berharap kemitraan strategis antara Bank Sultra, pemerintah daerah, dan ulama dapat terus terjalin erat demi mewujudkan kemaslahatan masyarakat Sulawesi Tenggara secara berkelanjutan,” tuturnya.

Sebagai bank milik pemerintah daerah, Bank Sultra tidak hanya berfokus pada kinerja keuangan dan pelayanan perbankan, tetapi juga berupaya menjalankan peran sosial melalui berbagai kegiatan keagamaan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat di wilayah Sulawesi Tenggara.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung optimalisasi peran MUI Sultra dalam menjalankan fungsi dakwah, memberikan bimbingan keagamaan, serta turut menjaga kerukunan umat beragama di Bumi Anoa.

Dukungan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara dunia perbankan daerah, pemerintah, dan ulama dalam mendorong pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga penguatan karakter dan kehidupan sosial keagamaan masyarakat. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *