Kendari, Sentralsultra.com – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menghadiri kegiatan peresmian Gedung Revitalisasi Satuan Pendidikan bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., beserta jajaran, yang digelar di SMAN 7 Kendari, Sabtu pagi (10/1/2025).
Peresmian tersebut menjadi bagian dari implementasi program strategis nasional revitalisasi satuan pendidikan yang bertujuan meningkatkan mutu sarana dan prasarana sekolah, sekaligus mendukung pembelajaran yang lebih modern dan berkualitas di daerah.
Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sumangerukka menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas kepercayaan dan perhatian yang diberikan kepada Provinsi Sulawesi Tenggara melalui penempatan program revitalisasi satuan pendidikan, termasuk dukungan Papan Interaktif Digital (PID) Merah Putih.
“Mewakili Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri atas program strategis nasional yang telah dilaksanakan di daerah kami. Kami berharap program-program seperti ini dapat terus berlanjut demi peningkatan kualitas pendidikan,” ujar Gubernur.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Andi Sumangerukka juga menandatangani prasasti sebagai simbol peresmian pembangunan empat unit sekolah baru, yakni SMAN 1 Ngapa, SMAN 3 Tomia, SMAN 3 Kulisusu Utara, dan SMAN 1 Pakue Utara.
Selain pembangunan sekolah baru, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara turut menyalurkan bantuan revitalisasi kepada 147 sekolah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan total nilai bantuan mencapai lebih dari Rp72 miliar.
Sementara itu, Mendikdasmen RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. secara simbolis meresmikan 81 sekolah hasil revitalisasi serta dua unit sekolah baru yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara. Program yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut memiliki nilai anggaran sekitar Rp122 miliar.
Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan bahwa ke depan, kebijakan revitalisasi pendidikan akan lebih difokuskan pada wilayah 3T (terdepan, terpencil, dan tertinggal), khususnya daerah kepulauan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mendorong pemerataan akses serta peningkatan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.
Pada kesempatan yang sama, Mendikdasmen RI menyampaikan apresiasi atas dukungan dan sinergi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam menyukseskan program revitalisasi satuan pendidikan. Ia mengungkapkan bahwa realisasi program revitalisasi di Sultra telah mencapai 100 persen.
Mendikdasmen juga berharap seluruh sarana dan prasarana pendidikan yang telah dibangun dan direvitalisasi dapat dimanfaatkan secara optimal serta dirawat dengan baik, sehingga memberikan manfaat berkelanjutan bagi dunia pendidikan dan generasi muda Sulawesi Tenggara. (**)












