Kendari, Sentralsultra.com – Lembaga Pemerhati Masyarakat Sulawesi Tenggara (LPM – Sultra) mempertanyakan penyebab nyaris ambruknya Jembatan (trestle) baru di kawasan Tambat Labuh Kendari di Jalan Ir. H. Alala, Kelurahan Tipulu, Kecamatan Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Dimana diketahui bahwa, Jembatan (trestele) menghabiskan Rp2 miliar dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).
Ketua LPM Sultra Ados Nuklir, menilai kejadian tersebut menimbulkan kecurigaan publik terkait transparansi proyek, mulai dari sumber anggaran, pelaksana proyek, hingga kualitas pekerjaan.
“Jembatan (trestle) nyaris ambruk di Kendari Beach ini menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat. Ini proyek siapa, dan siapa kontraktor pelaksananya?” ujar Ados dalam keterangannya, Minggu (20/7/2025).
Ia menekankan bahwa peristiwa ini tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut keselamatan publik dan dugaan adanya kelalaian dalam pelaksanaan proyek infrastruktur tersebut.
Lebih lanjut, Ados mendesak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara untuk segera turun tangan menyelidiki penyebab nyaris ambruknya jembatan tersebut dan memeriksa semua pihak yang terlibat.
“Kami mendesak Kejati Sultra segera mengambil langkah hukum, melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap nyaris ambruknya jembatan ini yang hingga kini masih misterius,” tegasnya.
Ados juga menegaskan bahwa harus ada pihak yang bertanggung jawab atas kejadian ini, serta menekankan pentingnya peran aparat penegak hukum dalam mengusut tuntas dugaan penyimpangan yang menyebabkan infrastruktur publik tersebut gagal fungsi. (**)